TEKNOLOGI PENDIDIKAN: MOMENTUM KEWIRAUSAHAAN LULUSAN PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
TEKNOLOGI PENDIDIKAN: MOMENTUM KEWIRAUSAHAAN LULUSAN PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Oleh: Redaksi EduTech
SURABAYA – Hari ini, Jumat 21 November 2025, menjadi momentum penting bagi mahasiswa Program Studi (Prodi) S2 Teknologi Pendidikan (TP) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Pameran teknologi pendidikan, yang bertajuk “Edutecnopreneur Exhibition (EdEx) yang rutin mereka adakan, namun kali ini berlokasi strategis di Royal Plaza Surabaya, bukan hanya sebagai ajang unjuk karya akademis, tetapi sebagai panggung awal kewirausahaan (Edutechpreneurship).
Lulusan Teknologi Pendidikan (TP) tidak lagi dapat hanya bergantung pada jalur karier konvensional sebagai pengembang kurikulum atau tenaga pengajar di lembaga formal. Di era disrupsi, kompetensi utama mereka—merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi solusi pembelajaran berbasis teknologi—menjadi aset bernilai jual tinggi.
Strategi Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa Program Stdi Teknologi Pendidikan
Pameran di Royal Plaza, sebuah pusat keramaian, adalah titik kontak vital antara inovasi kampus dan pasar publik. Strategi pengembangan kewirausahaan bagi lulusan TP harus diintegrasikan secara langsung dengan kegiatan semacam ini:
1. Transformasi Produk Akademik Menjadi Prototipe Bisnis
Produk tugas akhir atau proyek semester mahasiswa TP (seperti media interaktif, Augmented Reality/Virtual Reality untuk edukasi, atau Learning Management System lokal) harus dinilai berdasarkan potensi pasarnya, bukan hanya aspek didaktiknya.
- Pola Pikir Bisnis: Mahasiswa harus dilatih untuk menyusun Model Bisnis Kanvas (BMC) untuk setiap karya mereka. Bukan hanya "media untuk SD kelas 4," tapi "Aplikasi Edutainment Matematika dengan target pasar orang tua dan sekolah dasar swasta."
- Hak Kekayaan Intelektual (HKI): Pihak Prodi dan FIP Unesa harus memfasilitasi pengurusan HKI sederhana sejak dini, memberikan rasa aman bagi mahasiswa untuk mengomersialkan karyanya.
2. Kemitraan Strategis di Arena Publik
Pameran di pusat perbelanjaan seperti Royal Plaza memberikan kesempatan emas untuk networking yang spesifik dan langsung:
- Mendekati Lembaga Pelatihan: Mahasiswa harus secara aktif mencari dan mendekati perwakilan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), start-up teknologi pendidikan lokal, atau bahkan departemen training perusahaan yang mengunjungi pameran.
- Mencari Seed Funding: Pameran dapat dijadikan event pitching informal. Dosen pembimbing harus mengundang investor malaikat (angel investor) atau perwakilan modal ventura yang berfokus pada sektor edutech untuk melihat inovasi terbaik mahasiswa.
3. Kurikulum Market-Driven dan Agile
Program studi TP FIP UNESA perlu memperkuat mata kuliah yang fokus pada aspek marketability dari teknologi pendidikan.
- Pengembangan Produk Digital (UI/UX): Mengintegrasikan keterampilan User Interface (UI) dan User Experience (UX) agar produk pembelajaran tidak hanya efektif secara pedagogis, tetapi juga menarik dan mudah digunakan oleh pasar.
- Digital Marketing dan Pitching: Melatih mahasiswa bagaimana mempresentasikan (melakukan pitching) ide teknologi mereka dalam 5-10 menit kepada calon klien atau investor, sebuah keterampilan krusial bagi seorang technopreneur.
Pameran Hari Ini: Gerbang Ekosistem Edutech Surabaya
Pameran teknologi pendidikan hari ini harus dilihat sebagai prototipe kecil dari ekosistem edutech yang ingin dibangun oleh UNESA. Ini adalah saat di mana mahasiswa TP beralih status dari sekadar "pengguna" dan "pengembang" menjadi "pencipta nilai" dan "wirausahawan".
Jika Prodi S2 Teknologi Pendidikan FIP UNESA mampu mengubah mindset bahwa setiap proyek adalah peluang bisnis, maka lulusannya tidak akan lagi sekadar mencari pekerjaan, melainkan akan menciptakan solusi pembelajaran digital dan lapangan kerja baru di Jawa Timur dan sekitarnya.