Micro-Credential dan Pembelajaran Digital Modular sebagai Fokus Riset Teknologi Pendidikan
Micro-Credential dan Pembelajaran Digital Modular sebagai Fokus Riset
Teknologi Pendidikan
Perkembangan dunia kerja yang dinamis menuntut sistem pendidikan yang lebih
fleksibel dan responsif. Micro-credential dan pembelajaran digital modular
muncul sebagai pendekatan inovatif untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dalam
konteks teknologi pendidikan, micro-credential menawarkan peluang riset yang
relevan untuk proposal hibah DPPM 2026, terutama dalam pengembangan model
pembelajaran berbasis kompetensi.
Penelitian micro-credential dapat difokuskan pada desain kurikulum modular,
pengembangan platform digital, serta mekanisme asesmen berbasis capaian
kompetensi. Teknologi pendidikan berperan penting dalam mendukung fleksibilitas
pembelajaran, validasi capaian belajar, dan pengakuan kredensial. Peneliti
dapat mengkaji bagaimana micro-credential diintegrasikan dengan sistem
pendidikan formal tanpa mengabaikan standar akademik.
Selain itu, penelitian juga dapat mengkaji persepsi pemangku kepentingan,
seperti mahasiswa, dosen, dan industri, terhadap implementasi micro-credential.
Aspek relevansi kompetensi, kualitas pembelajaran, dan keberterimaan di dunia
kerja menjadi isu penting yang perlu dikaji secara empiris. Hasil penelitian
diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan kebijakan pendidikan
berbasis micro-credential.
Dalam konteks hibah DPPM, penelitian micro-credential menunjukkan orientasi
pada inovasi pendidikan dan keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Luaran
penelitian dapat berupa model implementasi, platform pembelajaran modular, atau
rekomendasi kebijakan. Oleh karena itu, micro-credential merupakan tema
penelitian teknologi pendidikan yang strategis dan visioner untuk tahun 2026.