Technical and Vocational Education and Training (TVET)
Technical and Vocational
Education and Training (TVET)
Pendidikan dan pelatihan
vokasi (Technical and Vocational Education and Training atau TVET)
merupakan pilar penting dalam mewujudkan pendidikan yang relevan dengan dunia
kerja. SDG 4 menegaskan bahwa pendidikan harus mempersiapkan peserta didik
untuk memperoleh keterampilan teknis dan profesional yang mendukung pertumbuhan
ekonomi berkelanjutan. TVET berperan menjembatani kesenjangan antara sistem
pendidikan formal dan kebutuhan industri.
Dalam konteks global,
TVET menjadi strategi efektif untuk mengurangi pengangguran, terutama di
kalangan muda. Melalui program vokasi, siswa memperoleh pengalaman praktis yang
dapat langsung diterapkan di dunia kerja. Integrasi antara lembaga pendidikan dan
industri perlu diperkuat agar kurikulum vokasi selalu selaras dengan
perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar tenaga kerja.
Namun, tantangan utama
TVET adalah persepsi masyarakat yang masih memandang pendidikan vokasi sebagai
pilihan “kelas dua.” Akibatnya, partisipasi siswa dalam jalur vokasi sering
kali rendah. Selain itu, banyak lembaga vokasi kekurangan fasilitas dan tenaga
pengajar yang memiliki kompetensi industri aktual.
Pemerintah perlu
memberikan insentif dan dukungan kebijakan untuk memperkuat sistem TVET,
termasuk pengakuan terhadap sertifikasi keterampilan dan pembentukan pusat
pelatihan berbasis industri. Kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, dan
dunia usaha dapat menciptakan ekosistem pembelajaran yang dinamis dan relevan.
Dengan memperkuat TVET, pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan berpengetahuan, tetapi juga berdaya guna. Hal ini menjadikan SDG 4 bukan sekadar agenda pendidikan, melainkan juga instrumen untuk membangun daya saing ekonomi dan ketahanan sosial masyarakat di masa depan