Strategi Evaluasi Belajar yang Manusiawi Saat Bencana
Strategi Evaluasi Belajar yang Manusiawi Saat
Bencana
Bencana alam seperti gempa atau banjir mengganggu ritme belajar siswa.
Dalam kondisi ini, strategi evaluasi belajar perlu disesuaikan agar tetap
manusiawi, memotivasi, dan tidak menambah tekanan psikologis. Evaluasi bukan
hanya soal nilai, tetapi juga tentang memastikan siswa tetap terlibat dan
merasa didukung.
Strategi utama adalah penekanan pada evaluasi formatif. Guru memberikan
tugas kecil, latihan harian, atau proyek mini yang fokus pada pemahaman dan
keterampilan praktis. Penilaian sumatif dapat dikurangi atau dijadwalkan ulang.
Hal ini penting karena siswa mungkin memiliki akses terbatas, harus membantu
keluarga, atau berada di lokasi evakuasi.
Selain itu, fleksibilitas tenggat waktu menjadi kunci. Guru dapat
menyesuaikan jadwal pengumpulan tugas, memberi opsi submit offline, atau
menerima tugas melalui pesan singkat, foto, atau voice note. Fokus utama adalah
proses belajar, bukan hasil akhir.
Evaluasi humanis juga berarti memberi umpan balik yang membangun. Guru
dapat memuji usaha, memberikan saran praktis, dan mendorong refleksi pribadi.
Ini membantu menjaga motivasi belajar siswa meski mereka menghadapi trauma atau
kehilangan akibat bencana.
Interaksi sosial juga dapat menjadi bagian dari evaluasi. Misalnya, diskusi
kelompok atau proyek kolaboratif memberi kesempatan bagi siswa untuk saling
belajar, berbagi pengalaman, dan tetap terhubung. Pendekatan ini sekaligus
mendukung kesejahteraan psikologis mereka.
Dengan strategi evaluasi yang manusiawi, pendidikan daring tetap relevan
dan adaptif. Siswa merasa diperhatikan, proses belajar berkelanjutan, dan
pembelajaran menjadi pengalaman yang bermakna, bukan sekadar formalitas nilai.