Seamless Learning: Paradigma Baru dalam Pembelajaran Tanpa Batas Ruang dan Waktu
Seamless Learning: Paradigma Baru dalam Pembelajaran
Tanpa Batas Ruang dan Waktu
Oleh: Achmad Zainuri Arif
Mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya
Era digital telah mengubah makna ruang belajar. Kini, proses
pembelajaran tidak lagi terbatas pada ruang kelas atau jam kuliah tertentu.
Konsep Seamless Learning, atau pembelajaran tanpa sekat, muncul sebagai
paradigma baru yang menegaskan bahwa belajar bisa terjadi kapan pun dan di mana
pun.
Dalam pandangan saya, Seamless Learning bukan sekadar
inovasi teknologi, melainkan revolusi cara berpikir tentang belajar.
Pembelajaran tidak lagi dipandang sebagai kegiatan yang linear, tetapi sebagai
pengalaman yang mengalir dari satu konteks ke konteks lain. Mahasiswa dapat
berpindah dari aktivitas daring ke luring, dari ruang formal ke informal, tanpa
kehilangan kontinuitas proses belajarnya.
Sebagaimana dijelaskan oleh Prof. Dr. Mustaji, M.Pd,
dalam perkuliahan S3 Teknologi Pendidikan, Seamless Learning menuntut
integrasi antara pengalaman digital dan interaksi nyata.
“Teknologi hanyalah jembatan. Yang penting adalah
kesinambungan antara konteks belajar dan kebutuhan mahasiswa,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memperkuat pemahaman bahwa peran
pendidik bukan lagi sebagai sumber utama pengetahuan, melainkan sebagai learning
designer yang mampu menciptakan jalinan belajar yang utuh.
Saya melihat bahwa Seamless Learning menuntut
mahasiswa untuk lebih mandiri, reflektif, dan adaptif. Ketika
batas-batas belajar hilang, tanggung jawab belajar berpindah sepenuhnya ke
tangan pembelajar itu sendiri. Ini sejalan dengan semangat pendidikan abad
ke-21, di mana kemampuan belajar sepanjang hayat (lifelong learning)
menjadi tujuan utama.
Melalui pendekatan ini, proses pembelajaran bukan lagi
sekadar kegiatan transfer ilmu, tetapi perjalanan membangun makna. Seamless
Learning menjadi simbol dari transformasi pendidikan yang lebih manusiawi —
fleksibel, inklusif, dan berorientasi pengalaman.