Riset Baru Ungkap Efektivitas Model Classroom-Oriented untuk Pengembangan Profesional Guru
Program Doktor Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menjadi sorotan akademik setelah menggelar seminar riset bertajuk “Efektivitas Model Classroom-Oriented untuk Pengembangan Profesional Guru”. Kegiatan ini merupakan bagian dari perkuliahan yang diampu oleh Prof. Dr. Mustaji, M.Pd dan Dr. Syaiputra Wahyuda Meisa Diningrat, M.Pd, dua dosen yang dikenal aktif meneliti inovasi pembelajaran berbasis desain sistematik dan interaksi kelas.
Riset yang dipresentasikan oleh mahasiswa S3 ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis kelas (classroom-oriented) tetap relevan dan efektif dalam meningkatkan profesionalisme guru, terutama dalam kemampuan pedagogik dan manajerial pembelajaran. Hasil penelitian yang dilakukan di berbagai lembaga pendidikan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam refleksi praktik mengajar, kemampuan merancang aktivitas kelas, dan pengelolaan partisipasi peserta didik.
Dalam paparannya, Prof. Mustaji menegaskan bahwa pengembangan profesional guru tidak cukup hanya melalui pelatihan berbasis teori. “Guru perlu terlibat langsung dalam pengalaman belajar yang kontekstual dan reflektif. Model classroom-oriented memberi ruang bagi guru untuk belajar dari praktik nyata dan umpan balik langsung di dalam kelas,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Syaiputra Wahyuda Meisa Diningrat menambahkan bahwa efektivitas model ini terletak pada kemampuannya menyeimbangkan antara pendekatan teori dan praktik. “Pendekatan ini memungkinkan guru mengembangkan kepekaan terhadap dinamika kelas sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dalam mengambil keputusan instruksional,” jelasnya.
Mahasiswa S3 yang terlibat dalam riset tersebut memaparkan beberapa temuan menarik. Salah satunya adalah bahwa model pembelajaran berorientasi kelas mampu mendorong guru lebih reflektif dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Melalui kegiatan microteaching, observasi sejawat, dan diskusi reflektif, guru dapat menilai efektivitas metode yang digunakan sekaligus memperbaikinya secara berkelanjutan.
Selain itu, riset juga menemukan bahwa penerapan model ini berpotensi memperkuat komunitas belajar profesional (Professional Learning Community) di lingkungan sekolah. Kolaborasi antar-guru dalam merancang dan mengevaluasi pembelajaran di kelas menjadikan proses belajar mengajar lebih terbuka dan partisipatif.
Dalam sesi penguatan materi, Prof. Mustaji menyoroti pentingnya keterkaitan antara riset akademik dan praktik lapangan. Ia menyampaikan bahwa hasil riset mahasiswa S3 UNESA ini dapat menjadi pijakan dalam pengembangan kurikulum pendidikan guru yang lebih kontekstual dan berbasis kebutuhan lapangan. “Kita tidak hanya berbicara tentang teori desain pembelajaran, tetapi tentang bagaimana teori itu hidup dan berdampak di ruang kelas,” tegasnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi refleksi bersama yang dipandu oleh Dr. Syaiputra Wahyuda, yang menekankan pentingnya integrasi antara kompetensi teknologi, pedagogi, dan nilai humanistik dalam model pembelajaran berbasis kelas. Ia menutup dengan pesan inspiratif: “Profesionalisme guru tumbuh ketika mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. Model classroom-oriented memberi mereka panggung untuk terus bereksperimen, berefleksi, dan berinovasi.”
Dengan hasil riset ini, Prodi S3 Teknologi Pendidikan UNESA menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan model-model pembelajaran yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga mampu menjawab tantangan nyata dunia pendidikan Indonesia, khususnya dalam meningkatkan kualitas guru dan pembelajaran di era transformasi digital.