Realitas Virtual (VR) dan Augmented Reality (AR): Membuka Dunia Tanpa Batas di Kelas
Realitas
Virtual (VR) dan Augmented Reality (AR): Membuka Dunia Tanpa Batas di Kelas
Bayangkan siswa
mempelajari sistem tata surya bukan dari buku, tetapi dengan berjalan di antara
planet melalui headset VR. Inilah kekuatan teknologi imersif seperti Virtual
Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) yang kini mulai diterapkan dalam
pembelajaran modern.
VR memungkinkan siswa
merasakan pengalaman belajar yang immersive dan interaktif. Misalnya,
mereka bisa “mengunjungi” situs sejarah atau melakukan simulasi laboratorium
berisiko tanpa meninggalkan kelas. Sementara AR memperkaya dunia nyata dengan
informasi digital — seperti melihat organ tubuh manusia muncul secara 3D di
layar ponsel.
Teknologi ini
memperkuat prinsip learning by experiencing — belajar melalui pengalaman
langsung. Menurut penelitian, pembelajaran berbasis pengalaman memiliki daya
serap informasi yang lebih tinggi karena melibatkan emosi dan persepsi
multisensorik.
Namun, tantangannya
terletak pada aksesibilitas dan biaya. Tidak semua sekolah mampu menyediakan
perangkat VR/AR canggih. Oleh karena itu, masa depan pendidikan imersif perlu
mengarah pada solusi yang lebih inklusif, seperti aplikasi AR berbasis smartphone
yang lebih terjangkau.