PROGRAM STUDI S3 TP UNESA DAN IPTPI GELAR KONFERENSI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Gambar: Prof. Dr. Mustaji, M.Pd (Koordinator Program Studi S3 TP FIP Unesa membuka Konferensi, 5 Juli 2025
Program studi S3 Teknologi Pendidikan FIP Unesa dan Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI) menggelar konferensi nasional setelah sempat vakum selama beberapa tahun. Konferensi perdana ini berlangsung pada Sabtu, 5 Juli 2025, bertempat di HARRIS Hotel & Conventions Bundaran Satelit, Surabaya.Konferensi berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Konsursium yang dilibatkan dalam gelaran konferensi antara lain program studi teknologi pendidikan Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA), Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (UNIPA), Universitas Dr. Soetomo (UNITOMO), Universitas PGRI Argopuro Jember (UNIPAR)
Konferensi teknologi pendidikan ini mengangkat tema “Bridging Human Intelligence with Artificial Intelligence". Tema ini didasarkan adanya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, AI) telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di bidang pendidikan. Nara sumber yang hadir dalam acara ini Prof. Dr. Mucklas Samani, M.Pd, Ketua Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan ( LAMDIK) yang menyajikan tema Membangun Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan dengan AI: Peran LAMDIK dalam Menjamin Mutu, (2) Dr. Laksmi Dewi, M.Pd, Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen yang menyajikan tentang Kebijakan Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis AI, Dan Kesiapan Sistem Pendidikan Dalam Menghadapi Transformasi Digital, (3)Dr. Kiswanto, M.Pd, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur Wilayah Surabaya dan Sidoarjo: Membangun Ekosistem Pendidikan Berbasis AI: Peran Dinas Pendidikan dalam Mendukung Ekosistem Digital, dan (4) Dr. Henry Praherdhiono, Dosen Universitas Negeri Malang/Pengurus Pusat Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI) yang akan mempresentasikan Integrasi AI Dalam Pendidikan: Tantangan, Peluang, dan Arah Kebijakan Masa Depan.
Tujuan
konferensi kali ini untuk (1) menggali
berbagai peluang dan manfaat yang dapat diberikan oleh kecerdasan buatan untuk
meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan inklusivitas proses pembelajaran, (2)
mengeksplorasi Inovasi Teknologi Pembelajaran Berbasis AI:
Memperkenalkan solusi inovatif seperti pembelajaran adaptif, analitik
pembelajaran, dan asisten virtual yang dapat membantu siswa dan pendidik,
(3)menjelaskan bagaimana AI dapat digunakan sebagai alat pendukung untuk
memperkuat peran guru dan mendukung pengembangan keterampilan siswa, (4)
mengidentifikasi isu-isu seperti bias algoritma, privasi data siswa, dan dampak
sosial dari penerapan teknologi AI di lingkungan pendidikan, (5) merancang
pendekatan yang memastikan bahwa penggunaan AI tetap berfokus pada kebutuhan
manusia, mendukung pengembangan kecerdasan emosional, kreativitas, dan
kolaborasi siswa, (6) mendorong diskusi dan kerja sama antara pendidik,
pengembang teknologi, pembuat kebijakan, dan masyarakat untuk menciptakan
ekosistem pendidikan berbasis AI yang inklusif dan berkelanjutan, dan (7)
menyusun langkah-langkah strategis untuk mempersiapkan siswa dan pendidik
menghadapi tantangan dan peluang di era kolaborasi manusia dan AI.
Konferensi ini dikuti 265 peserta dari unsur mahasiswa program studi teknologi pendidikan baik jenjang S2 dan S3 teknologi pendidikan, para guru, dan pengelola yayasan pendidikan, praktisi pendidikan. Hadir pula para guru guru besar teknologi pendidikan Indonesia seperti Prof. Dr. I Nyoman S Degeng, M.Pd, Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Ed, dan Prof. Dr. Dedi Kuswandi, M.Pd (Universitas Negeri Malang), Prof. Dr. Rudi Susilana,M.Si (Universitas Pendidikan Indonesia Bandung), Prof. Dr. Haryono, M.Psi (Universitas Negeri Semarang), Prof. Dr. Hamsy Mansur, M.Pd ( Universitas Labung Mangkurat Banjarmasin), Prof. Dr. Niko Sudibjo, S. Psi., M. A., Psikolog ( Universitas Pelita Harapan Jakarta) dan lain-lain