Transformasi Pembelajaran Digital: Jimi Asmara Sukses Pertahankan Disertasi Model Online Berbasis Konstruktivisme
SURABAYA – Pada
Selasa, 20 Januari 2026, telah dilaksanakan Ujian Disertasi Tertutup
atas nama Jimi Asmara, mahasiswa Program Doktor Teknologi Pendidikan.
Ujian ini merupakan tahapan krusial dalam mempertanggungjawabkan hasil
penelitian mendalam mengenai inovasi pembelajaran di era digital.
Inovasi untuk Pendidikan Tinggi
Dalam paparannya, Jimi Asmara
mempresentasikan disertasi berjudul "Pengembangan Model Pembelajaran
Online Dengan Pendekatan Konstruktivisme Untuk Meningkatkan Minat Belajar dan
Unjuk Kerja Pada Mata Kuliah Sistem Operasi Komputer". Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh tantangan rendahnya minat belajar dan performa mahasiswa
di STMIK Uyelindo Kupang akibat dominasi metode konvensional.
Dibawah bimbingan Promotor Prof.
Dr. Rusijono, M.Pd. dan Kopromotor Prof. Dr. Andi Kristanto, M.Pd.,
Jimi mengembangkan sebuah model pembelajaran yang memanfaatkan Learning
Management System (LMS) bernama SiAmir.
Temuan dan Keunggulan Model
Berdasarkan hasil penelitian Research
and Development (R&D) yang melibatkan 90 mahasiswa, model ini terbukti
memberikan dampak signifikan:
- Validitas Tinggi:
Mendapatkan validasi sangat baik dari ahli desain (85%), ahli media (82%),
dan ahli evaluasi (82%).
- Peningkatan Minat Belajar: Skor
minat belajar kelompok eksperimen melonjak dari 78,45 menjadi 89,23.
- Peningkatan Unjuk Kerja: Skor
performa mahasiswa meningkat dari 75,62 menjadi 87,45.
Model ini memiliki keunikan pada 6
fase sintaks pembelajaran, mulai dari orientasi pengetahuan awal, eksplorasi
masalah kontekstual sistem operasi, hingga kolaborasi online dan refleksi.
Kontribusi Ilmiah
Tim penguji memberikan apresiasi atas
kontribusi Jimi dalam pengembangan keilmuan teknologi pendidikan. Model yang
dikembangkan dinilai mampu memberikan solusi praktis bagi institusi pendidikan
tinggi dalam mengintegrasikan prinsip konstruktivisme dengan teknologi modern
secara kolaboratif dan bermakna.
Dengan selesainya ujian tertutup ini, Jimi Asmara selangkah lebih dekat menuju gelar Doktor dan diharapkan dapat segera mengimplementasikan temuannya secara lebih luas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.