MODEL FIELD TRIP-PBL TINGKATKAN LITERASI KARBON MAHASISWA KIMIA
SURABAYA – Pada hari ini, Jumat, 23
Januari 2026, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar ujian tertutup bagi
promovendus Eko Yulianto, mahasiswa Program Doktor Teknologi Pendidikan. Dalam
sidang tersebut, Eko memaparkan hasil penelitian inovatifnya mengenai model
pembelajaran Field Trip-Problem Based Learning (Field Trip-PBL) yang dirancang
untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap isu perubahan iklim.
Penelitian ini berangkat dari
kegelisahan akan masih adanya miskonsepsi literasi rendah karbon (low carbon
literacy) di kalangan mahasiswa kimia, meski materi terkait perubahan iklim
sudah menjadi bagian dari kurikulum.
Menggabungkan Teori dan Pengalaman
Riil
Model Field Trip-PBL besutan Eko
Yulianto ini mengintegrasikan kunjungan lapangan sebagai fondasi kontekstual.
Berbeda dengan Problem-Based Learning (PBL) biasa, model ini membawa
mahasiswa langsung ke sumber masalah di lapangan untuk memberikan orientasi
masalah yang lebih konkret.
Pengembangan model ini menggunakan
desain instruksional Dick, Carey, and Carey (2015) yang melalui sembilan tahap
sistematis, mulai dari identifikasi tujuan hingga revisi produk akhir berupa
buku panduan dan rencana pembelajaran.
Hasil Uji yang Sangat Layak
Di hadapan para penguji dalam ujian
tertutup tersebut, dipaparkan data keberhasilan model ini yang diuji coba pada
mahasiswa Pendidikan Kimia di UIN Walisongo:
- Validitas Ahli: Model ini meraih skor 95,14% dari
ahli model pembelajaran dan 97,22% dari ahli perangkat pembelajaran,
menjadikannya masuk kategori "Sangat Layak."
- Peningkatan Kemampuan: Hasil uji lapangan
menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi rendah karbon dan
keterampilan pemecahan masalah, yang dibuktikan dengan skor N-Gain
yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.
- Catatan Temuan: Menariknya, penelitian ini
menemukan bahwa meskipun literasi dan kemampuan teknis meningkat, tidak
ditemukan perbedaan signifikan pada aspek self-efficacy (keyakinan
diri) mahasiswa.
Kontribusi bagi Teknologi Pendidikan
Di bawah bimbingan Supervisor I,
Prof. Dr. Siti Masitoh, M.Pd., dan Supervisor II, Prof. Dr. Mustaji, M.Pd.,
temuan Eko Yulianto ini diharapkan menjadi referensi baru dalam pengembangan
kurikulum pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap krisis lingkungan
global.
Ujian tertutup yang berlangsung di
lingkungan Universitas Negeri Surabaya ini menandai langkah penting dalam
penerapan teknologi pendidikan untuk isu-isu keberlanjutan (sustainability)
di Indonesia.