Disertasi Diyah Yustina Ungkap Peran Cognitive Apprenticeship dan Self-Efficacy dalam Pembelajaran Vokasi
Surabaya — Program Studi Teknologi
Pendidikan Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan ujian disertasi
tertutup pada Selasa, 27 Januari 2026. Ujian ini mengkaji disertasi berjudul Pengaruh
Cognitive Apprenticeship dan Self-Efficacy terhadap Kemampuan Kolaborasi dan
Pemecahan Masalah pada Sekolah Menengah Kejuruan, yang menyoroti inovasi
strategis dalam pembelajaran vokasi berbasis konteks industri.
Ujian disertasi tertutup tersebut
dilaksanakan di hadapan dewan penguji yang terdiri atas para pakar di bidang
teknologi pendidikan dan pembelajaran, yaitu Prof. Dr. Bachtiar Sjaiful Bachri,
M.Pd., Dr. Fajar Arianto, S.Pd., M.Pd., Prof. Dr. Mustaji, M.Pd., Prof. Dr.
Rusijono, M.Pd., Dr. H. Andi Mariono, M.Pd., Prof. Dr. Andi Kristanto, S.Pd.,
M.Pd., serta Prof. Dr. Agus Efendi, M.Pd.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh
tuntutan pendidikan vokasi abad ke-21 yang tidak hanya berfokus pada kompetensi
teknis, tetapi juga penguatan soft skills, khususnya kemampuan kolaborasi dan
pemecahan masalah. Hasil evaluasi pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di
SMKN 1 Kediri menunjukkan bahwa kemampuan tersebut masih perlu ditingkatkan
melalui inovasi model pembelajaran.
Melalui penerapan model cognitive
apprenticeship, pembelajaran dirancang untuk mengintegrasikan proses
kognitif dengan praktik kerja nyata. Selain itu, self-efficacy dipandang
sebagai faktor psikologis internal yang berperan penting dalam mendukung
performa belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
dengan desain faktorial 2x2 Posttest Only Control Group Design dan
melibatkan 127 siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Permesinan.
Hasil analisis menggunakan MANOVA menunjukkan bahwa model cognitive apprenticeship dan self-efficacy masing-masing berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan kolaborasi dan pemecahan masalah siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi pendekatan pedagogis kontekstual dan penguatan aspek psikologis dalam pendidikan vokasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kurikulum PKL yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja.