Pelatihan Berbisnis Modal Nol Kembali Digelar Menggunakan Model DI
Pelatihan Berbisnis Modal Nol Kembali Digelar Menggunakan Model DI
Model Zero Entrepreneurial Project Based Learning (ZEP) merupakan model pembelajaran untuk merintis usaha skala mikro modal nol yang disusun oleh mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan Unesa angkatan 2023. Pengembangan model pembelajaran Zero Entrepreneurial Project Based Learning (ZEP) dilakukan melalui uji validitas, uji praktikalitas, dan uji efektivitas. Uji validitas dilakukan melalui penilaian para ahli dan uji perorangan dan atau uji kelompok mini secara parsial, sementara uji praktikalitas dilakukan melalui uji kelompok kecil secara utuh. Uji efektivitas dilakukan melalui uji kelompok besar baik dengan dan / atau tanpa kelompok besar.
Setelah lebih dari tiga kali mengimplementasikan model ZEP, pelatihan berbisnis modal kali ini diimplementasikan menggunakan direct instruction model (DIM) sebagai kelompok pembanding. Pelatihan ini bernama "Berbisnis Modal Nol (Bismol)" diselenggaraan oleh Akselerasi Wirausahawan Muda (AWDA) bekerja sama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMK (MKSS-SMK) Kabupaten Mimika. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 13 hingga 15 Februari 2026 di Institut Jambatan Bulan dan PT Telkomsel Branch Timika diikuti siswa dari SMKN 2, SMKN 3, dan SMKN 6 Mimika.
Menurut Sugiarso, pengembang model pembelajaran ZEP ini, alasan penggunaan model DIM didasarkan pada praktek pembelajaran yang dilakukan di perguruan tinggi dan sekolah di Mimika dan pelatihan kewirausahaan di perusahaan. Umumnya penggunasn model DIM dipakai pada awal pembelajaran hingga jelang ujian tengah semester atau pertengahan pelatihan.
"Pelatihan dengan model DIM ini menggunakan langkah-langkah telah dikenal dan dipakai secara umum sebagaimana tertulis di buku models of teaching karya Joyce dan Weil. Ada lima langkah pembelajaran yang digunakan, yakni orientasi, presentasi, pemberian contoh, praktek terbimbing, dan praktek mandiri," urai mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya sekaligus Koordinator Papuan Bridge Program Nemangkawi Mining Institute PT Freeport Indonesia ini.
Sementara itu Ketua MKKS SMK Kabupaten Mimika , Slamet Dwiyono, menjelaskan bahwa kelas ini merupakan kelas kedua yang diselenggarakan.
"Pelatihan ini baru sehingga belum banyak SMK yang ikut atau mendapatkan informasinya. Kami terus berkomunikasi dengan kepala sekolah, kepala bidang SMK, dan pengawas. Semoga kelas yang akan dibuka setelah lebaran lebih banyak
lagi siswanya, " tutur pria yang juga menjabat sebagai Kepala SMKN 2 Agribisnis dan Agroteknologi Mimika ini
Para guru pendamping dari tiga SMK juga hadir mengikuti agar bisa menjadi jembatan informasi dan tindaklanjut pelatihan di sekolah.
"Kami dipesan ibu KS untuk mendampingi anak-anak dan memastikan telah pulang dengan lengkap dan selamat," urai guru dari SMK 3 Mimika, Lisnawati
Sementara itu, guru dari SMK 6, Fransiska Gulo, memastikan siswanya juga lengkap dan selamat juga mengerjakan tugas dan laporan penjualan.
"Ada kelompok yang jualan namun tidak laporan ke instruktur, saya sampaikan untuk segera melapor, " urainya ketika menelepon instruktur terkait perannya sebagai guru pendamping.
.