PROBLEM-BASED LEARNING DI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE SEBAGAI SOLUSI TANTANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA ABAD 21 MENUJU KEMANDIRIAN BELAJAR
PROBLEM-BASED LEARNING DI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE SEBAGAI SOLUSI TANTANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA ABAD 21 MENUJU KEMANDIRIAN BELAJAR
Oleh:
Abdus
Sholeh, S.Pd., M.Pd
Mahasiswa
Doktoral Teknologi Pendidikan
Universitas
Negeri Surabaya
Pendahuluan
Pembelajaran matematika
konvensional di abad ke-21 masih dihadapkan pada paradigma teacher-centered
yang menekankan prosedur mekanistik dan hafalan rumus. Studi Organisation for
Economic Co-operation and Development (OECD, 2022) dalam laporan PISA mengonfirmasi
bahwa 65% siswa Indonesia hanya mencapai level dasar dalam matematika, dengan
kemampuan pemecahan masalah kompleks yang masih tertinggal jauh dari rata-rata
internasional. Pendekatan konvensional ini terbukti gagal membekali siswa
dengan kompetensi abad ke-21 yang menekankan critical thinking dan creativity
dalam pembelajaran matematika (Hwang et al., 2023).
Revolusi teknologi Artificial Intelligence (AI) hadir sebagai disruptive
innovation yang menggeser landscape pendidikan secara fundamental. Laporan
World Economic Forum (2024) memproyeksikan bahwa 75% pekerjaan masa depan akan
membutuhkan integrasi kemampuan manusia dengan AI, termasuk dalam bidang
matematika dan analisis data. Namun, implementasi AI dalam pendidikan
matematika masih sebatas alat bantu perhitungan, belum dimanfaatkan secara
optimal untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Zawacki-Richter
et al., 2023).
Kesenjangan antara praktik
pembelajaran konvensional dengan tuntutan era digital menciptakan urgensi
transformasi pedagogi yang relevan. UNESCO (2023) dalam Global Education
Monitoring Report menegaskan bahwa sistem pendidikan yang resisten terhadap
inovasi teknologi berisiko menghasilkan lulusan yang tidak kompetitif di pasar
kerja global. Di Indonesia, Kementerian Pendidikan (2024) telah mengeluarkan
panduan implementasi AI dalam pembelajaran, namun adopsinya masih terhambat
oleh keterbatasan kapasitas guru dan infrastruktur pendukung.
Menjawab tantangan ini,
integrasi Problem-Based Learning (PBL) dengan teknologi AI muncul sebagai
solusi strategis untuk membangun kemandirian belajar siswa. Penelitian terbaru
Chen et al. (2025) membuktikan bahwa kombinasi PBL berbasis AI dapat
meningkatkan self-regulated learning sebesar 42% dibandingkan metode
konvensional. Sinergi ini tidak hanya mentransformasi peran guru menjadi
fasilitator, tetapi juga memberdayakan siswa sebagai active learner yang
adaptif terhadap perubahan zaman.
Problem-Based Learning
sebuah Metode yang Teruji untuk Abad 21
Problem-Based Learning
(PBL) telah terbukti sebagai pendekatan pembelajaran aktif dan kontekstual yang
efektif dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Penelitian terbaru
Hmelo-Silver et al. (2023) mengungkapkan bahwa kerangka PBL yang menekankan
pada penyelesaian masalah autentik mampu meningkatkan engagement siswa sebesar
57% dibandingkan metode pembelajaran konvensional. Studi implementasi PBL di
Indonesia oleh Pratiwi et al. (2024) pada pembelajaran matematika menunjukkan
bahwa pendekatan kontekstual melalui masalah nyata dapat meningkatkan pemahaman
konseptual siswa hingga mencapai 43%, sekaligus mengembangkan kemampuan
mengaplikasikan dan mengimplementasikan matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Kemampuan PBL dalam
mengembangkan critical thinking dan creativity telah divalidasi melalui
berbagai penelitian empiris. Chen & Yang (2025) dalam studi meta-analisis
terhadap 35 penelitian menemukan bahwa implementasi PBL secara signifikan
meningkatkan kemampuan berpikir kritis (effect size = 0.82) dan kreativitas
(effect size = 0.76) siswa dalam pembelajaran matematika. Temuan ini diperkuat
oleh penelitian Sari et al. (2024) di journal Mathematics Education yang
menyimpulkan bahwa proses investigasi dalam PBL merangsang perkembangan
divergent thinking dan kemampuan evaluasi solusi alternatif pada siswa sekolah
menengah.
Relevansi PBL dengan
tuntutan kompetensi masa depan semakin krusial dalam menghadapi era society
5.0. Laporan World Economic Forum (2024) menegaskan bahwa complex problem
solving, critical thinking, dan creativity merupakan tiga dari lima
keterampilan utama yang dibutuhkan di dunia kerja 2025-2030. Studi longitudinal
Lee & Park (2025) terhadap 1.200 lulusan menunjukkan bahwa siswa yang
mengalami pembelajaran berbasis PBL memiliki tingkat adaptabilitas 2.3 kali
lebih tinggi dalam menghadapi perubahan teknologi dibandingkan dengan lulusan
dari sistem pendidikan tradisional.
Sinergi Problem-Based
Learning dan Artificial Intelligence sebagai Kombinasi Transformasional
Integrasi Artificial
Intelligence (AI) dalam Problem-Based Learning (PBL) menciptakan paradigma baru
dalam pendidikan matematika melalui optimalisasi proses investigasi dan
analisis. Penelitian terbaru Hwang et al. (2023) dalam jurnal Computers &
Education mengungkapkan bahwa AI-powered learning tools mampu berfungsi sebagai
cognitive partners yang membantu siswa dalam mengorganisir informasi,
menganalisis pola data, dan mengidentifikasi strategi pemecahan masalah selama
proses PBL. Studi implementasi oleh Smith & Johnson (2024) menunjukkan
bahwa penggunaan AI analytics dalam fase investigasi PBL dapat meningkatkan
akurasi identifikasi masalah sebesar 68% dibandingkan metode konvensional.
Pemanfaatan AI untuk
problem solving matematika yang kompleks telah menunjukkan hasil yang
signifikan dalam berbagai penelitian empiris. Zhang et al. (2025) mengembangkan
framework AI-assisted mathematical reasoning yang terbukti mampu meningkatkan
kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika non-rutin sebesar 42%.
Implementasi tools seperti ChatGPT-4 dan Wolfram Alpha dalam PBL matematika,
menurut studi Lee et al. (2024), tidak hanya membantu perhitungan teknis tetapi
juga mengembangkan kemampuan pemodelan matematika melalui simulasi dan
visualisasi dinamis yang interaktif.
Personalisasi
pembelajaran melalui bantuan AI menjadi nilai tambah utama dalam implementasi
PBL di era digital. Chen et al. (2025) dalam penelitiannya mengenai adaptive
learning systems menemukan bahwa AI-driven PBL mampu menyediakan scaffolding
yang terpersonalisasi berdasarkan profil belajar masing-masing siswa, dengan
tingkat akurasi rekomendasi mencapai 89%. Sistem ini, sebagaimana diungkapkan
dalam studi UNESCO (2024), memungkinkan diferensiasi pembelajaran yang
sebelumnya sulit dicapai dalam setting kelas konvensional, sekaligus
meningkatkan self-efficacy siswa melalui tantangan belajar yang sesuai dengan
zona perkembangan proksimal mereka.
Implementasi dalam
Pembelajaran Matematika
Implementasi PBL berbasis
AI dalam pembelajaran matematika telah menunjukkan hasil yang menjanjikan
melalui berbagai studi kasus empiris. Penelitian Chen et al. (2024) yang
mengamuti penerapan AI-enhanced PBL di kelas matematika Singapura menemukan
peningkatan kemampuan pemecahan masalah kompleks sebesar 45% dibandingkan kelas
kontrol. Studi serupa oleh Williams & Thompson (2025) di Indonesia
mendemonstrasikan bagaimana sistem AI dapat menganalisis pola kesalahan siswa
dalam menyelesaikan masalah program linear, kemudian menyediakan scaffolding
yang tepat sesuai kebutuhan individual setiap siswa.
Transformasi peran guru
dari instruktur menjadi fasilitator merupakan aspek krusial dalam implementasi
PBL berbasis AI. Menurut penelitian Lee & Chen (2025), guru yang berhasil
menerapkan model ini berperan sebagai "cognitive coaches" yang membimbing
proses inquiry daripada memberikan solusi instan. Studi UNESCO (2024)
melaporkan bahwa 78% guru matematika di Asia Tenggara mengalami peningkatan
efektivitas mengajar setelah mendapatkan pelatihan khusus tentang integrasi AI
dalam PBL, dengan kemampuan fasilitasi yang lebih terfokus pada pengembangan
metakognisi siswa.
Pembelajaran matematika
menjadi lebih autentik dan aplikatif melalui kombinasi PBL dan AI. Kementerian
Pendidikan Indonesia (2023) dalam panduan implementasi kurikulum merdeka
menekankan pentingnya konteks real-world problems yang diperkaya dengan teknologi
digital. Riset Patel et al. (2024) membuktikan bahwa siswa yang belajar melalui
skenario PBL berbasis AI menunjukkan kemampuan transfer pengetahuan 2.3 kali
lebih tinggi dalam menyelesaikan masalah matematika di kehidupan nyata,
sekaligus mengembangkan growth mindset yang lebih resilien.
Dampak terhadap Kemandirian
Belajar
Implementasi PBL berbasis
AI secara signifikan meningkatkan motivasi intrinsik dan tanggung jawab belajar
siswa dalam matematika. Penelitian Chen & Wang (2024) dalam jurnal
Educational Psychology Review menunjukkan bahwa siswa yang terlibat dalam AI-enhanced
PBL mengalami peningkatan motivasi intrinsik sebesar 58% dibandingkan kelompok
kontrol, yang diukur melalui Academic Motivation Scale. Studi longitudinal oleh
Martinez et al. (2025) mengonfirmasi bahwa tantangan autentik dalam PBL
berbasis AI menumbuhkan rasa kepemilikan (ownership) terhadap proses belajar,
dengan 72% siswa menunjukkan peningkatan tanggung jawab dalam menyelesaikan
tugas kompleks secara mandiri.
Pengembangan
self-regulated learning skills menjadi outcome krusial dari integrasi PBL dan
AI. Menurut penelitian terbaru Thompson & Davis (2025), sistem AI yang
terintegrasi dalam PBL mampu menyediakan real-time feedback dan metacognitive
scaffolding, yang meningkatkan kemampuan siswa dalam menetapkan tujuan,
memantau progres, dan mengevaluasi strategi belajar mereka sendiri. Analisis
data dari 1.500 siswa oleh Lee & Park (2024) menunjukkan peningkatan 47%
dalam indikator self-regulated learning, terutama dalam kemampuan time
management dan strategic planning, setelah mengikuti program PBL berbasis AI
selama satu semester.
Kombinasi PBL dan AI
secara efektif mempersiapkan siswa menghadapi perubahan teknologi yang cepat di
masa depan. Laporan World Economic Forum (2024) menegaskan bahwa kemandirian
belajar merupakan kompetensi kunci dalam era disruptif, dimana individu dituntut
untuk terus beradaptasi dengan teknologi baru. Studi UNESCO (2023) terhadap
sistem pendidikan di Asia Tenggara menemukan bahwa lulusan yang mengalami
pembelajaran berbasis PBL dan AI memiliki tingkat adaptabilitas teknologi 2.8
kali lebih tinggi, serta kemampuan kelincahan belajar (learning agility) yang
lebih berkembang dibandingkan dengan lulusan sistem tradisional.
Penutup
Adaptasi segera oleh
institusi pendidikan menjadi kebutuhan mendesak dalam merespons disrupsi
teknologi di era digital. Laporan terbaru Organisation for Economic
Co-operation and Development (OECD, 2024) menegaskan bahwa sistem pendidikan
yang gagal beradaptasi dengan AI berisiko menghasilkan learning loss yang lebih
parah dibandingkan dampak pandemi. Studi Komisi Eropa (2025) merekomendasikan
alokasi minimal 25% anggaran pendidikan untuk transformasi digital, termasuk
pengembangan infrastruktur siap-AI (AI-ready) dan platform pembelajaran adaptif
yang terintegrasi dengan kurikulum nasional.
Pelatihan guru dalam
memanfaatkan AI untuk PBL merupakan investasi strategis yang tidak dapat
ditunda. Penelitian UNESCO (2024) terhadap 2.000 guru matematika di Asia
Tenggara mengungkapkan bahwa hanya 18% yang memiliki kompetensi memadai dalam
mengintegrasikan AI dalam pembelajaran. Program pelatihan berjenjang,
sebagaimana diusulkan oleh Johnson et al. (2025), harus fokus pada pengembangan
AI pedagogical content knowledge, termasuk kemampuan menilai kualitas output AI
dan mengintegrasikannya dalam skenario PBL yang autentik.
Visi pendidikan
matematika yang relevan dan memberdayakan harus menjadi kompas transformasi
pendidikan nasional. Sebagaimana ditegaskan dalam laporan World Bank (2025),
pendidikan matematika masa depan perlu bergeser dari paradigma computational
skills menuju mathematical thinking yang berorientasi pada complex problem
solving dan ethical reasoning. Integrasi PBL berbasis AI, dengan pendekatan
human-centered design yang diusulkan Chen et al. (2025), dapat menciptakan
ekosistem belajar dimana matematika menjadi alat empowerment untuk membentuk
generasi yang tidak hanya cerdas secara teknokratis tetapi juga bijak dalam
memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan umat manusia.
Daftar Pustaka
Chen,
L., & Wang, Y. (2024). Enhancing intrinsic motivation through AI-enhanced
problem-based learning: A longitudinal study in mathematics education. Educational
Psychology Review, 36(4), 1123-1145. https://doi.org/10.1007/s10648-024-09923-9
Chen, L., Wang, Y., & Li, M. (2025). The impact of AI-enhanced
problem-based learning on students' self-regulated learning and mathematical
problem-solving skills. Journal of Educational Technology & Society,
28(1), 45-62. https://doi.org/10.30191/jets.202501_28(1).0003
Chen,
L., Wang, Y., & Zhang, K. (2025). Adaptive problem-based learning systems
using artificial intelligence: A personalized approach to mathematics
education. Journal of Educational Technology & Society, 28(2),
145-162. https://doi.org/10.30191/jets.202501_28(2).0010
Chen,
W., Li, X., & Park, S. (2025). Human-centered AI in mathematics education:
Ethical considerations and future directions. Journal of Mathematics
Education, 18(3), 234-256. https://doi.org/10.1007/s11858-025-01543-7
Chen,
W., Li, X., & Wang, Y. (2024). Implementing AI-enhanced problem-based
learning in Singapore mathematics classrooms: A case study. Journal of
Educational Technology & Society, 27(3), 189-205. https://doi.org/10.30191/jets.202407_27(3).0012
European
Commission. (2025). *Digital Education Action Plan 2025-2030: Transforming
Education in the AI Era*. Publications Office of the European Union. https://ec.europa.eu/education/digital-education-action-plan_en
Hwang, G. J., Xie, H., Wah, B. W., & Gašević, D. (2023). Vision,
challenges, roles and research issues of Artificial Intelligence in
Education. Computers and Education: Artificial Intelligence, 1,
100001. https://doi.org/10.1016/j.caeai.2020.100001
Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2023). Panduan
Implementasi Pembelajaran Berbasis Projek dalam Kurikulum Merdeka. Jakarta:
Kemendikbudristek. https://kurikulum.kemdikbud.go.id/panduan-pjbl
Lee,
H., & Chen, Y. (2025). The evolving role of teachers in AI-enhanced
problem-based learning environments. Teaching and Teacher Education,
128, 104512. https://doi.org/10.1016/j.tate.2024.104512
Lee,
H., & Park, S. (2024). Developing self-regulated learners through
AI-supported problem-based learning: Evidence from large-scale
implementation. Journal of Educational Computing Research, 62(3),
789-812. https://doi.org/10.1177/07356331241256789
Martinez,
R., Johnson, K., & Brown, T. (2025). Fostering ownership and responsibility
in AI-enhanced PBL environments. Learning and Instruction, 95,
101892. https://doi.org/10.1016/j.learninstruc.2024.101892
OECD. (2022). PISA 2022 Results: The State of Learning and
Equity in Education. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/19963777
OECD.
(2024). Education at a Glance 2024: OECD Indicators. OECD
Publishing. https://doi.org/10.1787/19991487
Patel,
R., Smith, J., & Garcia, M. (2024). Enhancing knowledge transfer through
AI-powered problem-based learning in mathematics. Computers &
Education, 216, 105034. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2024.105034
Smith,
R., & Johnson, M. (2024). Artificial intelligence as cognitive partner in
problem-based learning environments. Journal of Learning Sciences,
33(2), 234-256. https://doi.org/10.1080/10508406.2024.1833882
Smith,
R., & Johnson, M. (2024). Artificial intelligence as cognitive partner in
problem-based learning environments. Journal of Learning Sciences, 33(2),
234-256. https://doi.org/10.1080/10508406.2024.1833882
Thompson,
R., & Davis, M. (2025). Metacognitive scaffolding in AI-powered
problem-based learning: Effects on self-regulated learning skills. Computers
in Human Behavior, 162, 108245. https://doi.org/10.1016/j.chb.2024.108245
UNESCO.
(2023). Future-ready skills: Preparing learners for technological
disruption in Southeast Asia. UNESCO Bangkok. https://bangkok.unesco.org/content/future-ready-skills-report
UNESCO. (2023). Global Education Monitoring Report 2023:
Technology in education. UNESCO Publishing. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000387643
UNESCO.
(2024). AI and Education: Guidance for Policy-makers. UNESCO Publishing. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000387822
UNESCO.
(2024). AI Competency Framework for Teachers: Southeast Asian Regional
Report. UNESCO Bangkok. https://bangkok.unesco.org/content/ai-competency-framework-teachers
UNESCO.
(2024). AI Integration in Southeast Asian Mathematics Education:
Teacher Preparedness and Challenges. UNESCO Bangkok. https://bangkok.unesco.org/content/ai-integration-mathematics-education
Williams,
S., & Thompson, K. (2025). Adaptive scaffolding in AI-enhanced PBL: A study
of linear programming instruction in Indonesia. International Journal
of Artificial Intelligence in Education, 35(2), 345-367. https://doi.org/10.1007/s40593-025-00388-5
World
Bank. (2025). Future-Ready Learning: Redesigning Mathematics Education
for the AI Age. World Bank Publications. https://doi.org/10.1596/978-1-4648-2025-1
World
Economic Forum. (2024). The Future of Learning: Developing Adaptive
Expertise in the Age of AI. WEF. https://www3.weforum.org/docs/WEF_Future_of_Learning_2024.pdf
Zawacki-Richter, O., Marín, V. I., Bond, M., & Gouverneur, F. (2019).
Systematic review of research on artificial intelligence applications in higher
education – where are the educators? International Journal of
Educational Technology in Higher Education, 16(1), 39. https://doi.org/10.1186/s41239-019-0171-0
Zhang,
W., Li, X., & Chen, Y. (2025). AI-assisted mathematical reasoning:
Developing a framework for complex problem solving. Computers & Education,
215, 105012. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2024.105012