Penyediaan Sumber Belajar Terbuka (Open Educational Resources) untuk Mendukung Pemerataan Pendidikan
Penyediaan Sumber Belajar Terbuka (Open Educational
Resources) untuk Mendukung Pemerataan Pendidikan
Surabaya, 17 November 2025 —
Dalam era digital yang terus berkembang, akses terhadap sumber belajar
berkualitas merupakan faktor penting dalam menciptakan pendidikan yang inklusif
dan berkeadilan. Menjawab tantangan tersebut, Program Doktor Teknologi
Pendidikan UNESA membahas topik penting bertajuk “Penyediaan Sumber Belajar
Terbuka (Open Educational Resources) untuk Mendukung Pemerataan Pendidikan.â€
Materi ini dipandu oleh Prof. Dr. Mustaji, M.Pd., yang menekankan peran
strategis OER dalam mewujudkan tujuan Sustainable Development Goal (SDG) 4
tentang pendidikan berkualitas bagi semua.
OER: Jembatan Menuju Akses Pendidikan yang Lebih Merata
Dalam pemaparannya, Prof. Mustaji menjelaskan bahwa Open
Educational Resources (OER) merupakan sumber belajar yang dapat diakses,
digunakan, dimodifikasi, dan disebarluaskan secara bebas. OER mencakup berbagai
bentuk media pendidikan seperti:
- Buku
digital
- Modul
pembelajaran interaktif
- Video
pembelajaran
- Perangkat
penilaian
- Kursus
daring terbuka
- Simulasi
dan materi multimedia
Menurut beliau:
“OER adalah salah satu instrumen paling efektif untuk
mengurangi kesenjangan akses pendidikan, terutama di wilayah yang memiliki
keterbatasan sumber daya dan fasilitas.â€
Dengan OER, peserta didik dari berbagai kalangan dapat
mengakses materi pembelajaran berkualitas tanpa hambatan biaya atau lokasi.
Mengapa OER Penting untuk Pemerataan Pendidikan?
Dalam diskusi, mahasiswa mengidentifikasi beberapa alasan
utama mengapa OER menjadi kebutuhan mendesak:
- Menghapus
batas biaya—materi belajar dapat diakses tanpa pembayaran.
- Meningkatkan
kualitas pembelajaran melalui akses ke sumber global.
- Memperluas
kesempatan belajar mandiri bagi masyarakat di luar sekolah formal.
- Mendukung
guru dalam merancang pembelajaran inovatif tanpa terikat pada materi
stagnan.
- Mendorong
kolaborasi antar lembaga pendidikan melalui pertukaran materi terbuka.
Dengan demikian, OER tidak hanya memperluas akses, tetapi
juga memperkuat ekosistem pendidikan yang terbuka dan kolaboratif.
Tantangan dalam Pemanfaatan OER
Meski memiliki potensi besar, pemanfaatan OER masih
menghadapi sejumlah tantangan yang mencakup:
- Minimnya
literasi digital untuk mengakses dan memanfaatkan OER secara optimal.
- Kekhawatiran
terkait validitas dan kualitas sumber belajar terbuka.
- Rendahnya
budaya berbagi materi di kalangan pendidik.
- Kurangnya
kebijakan institusi yang mendukung penggunaan dan pengembangan OER.
- Tantangan
dalam adaptasi OER untuk konteks lokal.
Prof. Mustaji menegaskan bahwa OER bukan hanya soal
ketersediaan sumber, tetapi juga perubahan mindset.
“Budaya berbagi pengetahuan adalah inti dari OER. Kita
tidak bisa mencapai pemerataan pendidikan jika pengetahuan hanya disimpan,
bukan dibagikan,†ujarnya.
Strategi Pengembangan dan Pemanfaatan OER
Mahasiswa dan dosen kemudian merumuskan strategi penting
agar OER dapat dimanfaatkan secara optimal:
- Meningkatkan
kemampuan guru dan mahasiswa dalam kurasi sumber belajar digital.
- Mendorong
institusi pendidikan membuat kebijakan OER yang jelas dan mendukung.
- Mengembangkan
repositori OER berbasis lokal yang relevan dengan kurikulum Indonesia.
- Memfasilitasi
kolaborasi antar universitas dan sekolah untuk menciptakan materi
terbuka berkualitas.
- Mengadaptasi
OER internasional agar sesuai dengan kebutuhan konteks nasional.
Selain itu, integrasi OER dalam pembelajaran daring dianggap
penting untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dan mempermudah akses
materi di berbagai situasi.
Refleksi Mahasiswa: Pendidikan Terbuka sebagai Masa Depan
Pembelajaran
Seorang mahasiswa S3 memberi refleksi menarik:
“OER membuka jalan bagi masyarakat untuk belajar tanpa
batas. Ini bukan hanya soal akses materi gratis, tetapi tentang demokratisasi
ilmu pengetahuan.â€
Pendapat ini mencerminkan bahwa OER memiliki dampak
signifikan terhadap desain pembelajaran dan pengembangan sumber daya pendidikan
di era digital.
Penutup
Kajian mengenai OER mempertegas bahwa penyediaan sumber
belajar terbuka adalah langkah strategis untuk meningkatkan pemerataan
pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mendukung pengembangan
keterampilan abad 21. Program Doktor Teknologi Pendidikan UNESA terus
berkomitmen untuk mendorong riset, inovasi, dan praktik terbaik dalam
pemanfaatan OER—selaras dengan tujuan SDG 4.