Pentingnya Literasi Digital Darurat untuk Guru dan Siswa
Pentingnya Literasi Digital Darurat untuk Guru
dan Siswa
Dalam situasi bencana, kemampuan literasi digital menjadi sangat krusial.
Di Aceh dan Sumatra, banyak siswa dan guru harus belajar atau mengajar dari
jarak jauh dengan perangkat terbatas dan koneksi tidak stabil. Literasi digital
darurat mencakup kemampuan menggunakan perangkat, mengelola file offline,
memanfaatkan aplikasi ringan, dan menjaga keamanan data.
Guru perlu menguasai strategi mengirim materi dengan ukuran kecil, membuat
video pendek, atau menyiapkan modul offline. Siswa harus mampu mengunduh
materi, mengirim tugas melalui pesan singkat, dan menggunakan teknologi
sederhana untuk tetap belajar.
Selain keterampilan teknis, literasi digital darurat juga mencakup
kesadaran etika dan keamanan. Guru dan siswa perlu memahami penggunaan aplikasi
aman, menjaga privasi data, dan menghindari informasi palsu, terutama di
situasi bencana yang rawan misinformasi.
Peningkatan literasi digital darurat memperluas kemampuan siswa untuk
belajar mandiri, kreatif, dan adaptif. Guru dapat memfasilitasi pembelajaran
meski kondisi tidak ideal, sementara siswa tetap terhubung dengan proses
pendidikan.
Dengan literasi digital darurat, pembelajaran daring di masa bencana
menjadi lebih efektif, aman, dan inklusif.