Penguatan Literasi Digital Guru untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran
Penguatan Literasi Digital Guru untuk Meningkatkan Mutu
Pembelajaran
Surabaya, 17 November 2025 —
Upaya peningkatan mutu pendidikan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari
kualitas literasi digital para guru. Mengingat perkembangan teknologi yang
semakin pesat dan tuntutan implementasi Kurikulum Merdeka yang adaptif,
kemampuan guru dalam menguasai perangkat digital menjadi salah satu prasyarat
utama pembelajaran abad 21. Dalam rangka mendukung agenda SDG 4 tentang
pendidikan inklusif dan berkualitas, Program Doktor Teknologi Pendidikan UNESA
mengangkat topik “Penguatan Literasi Digital Guru untuk Meningkatkan Mutu
Pembelajaran” pada perkuliahan pekan ini.
Kegiatan akademik yang dipandu oleh Prof. Dr. Mustaji,
M.Pd. ini membahas strategi, tantangan, dan urgensi literasi digital
sebagai bagian inti dari profesionalitas pendidik. Mahasiswa S3 Teknologi
Pendidikan diajak menganalisis data, praktik lapangan, serta studi global
mengenai peningkatan kapasitas digital guru.
Literasi Digital: Kompetensi Wajib Guru Abad 21
Dalam pemaparannya, Prof. Mustaji menegaskan bahwa literasi
digital bukan lagi keterampilan tambahan, tetapi kompetensi esensial.
“Guru yang tidak memiliki literasi digital yang memadai
akan tertinggal dari perkembangan pendidikan. Literasi digital bukan hanya soal
mengoperasikan teknologi, tetapi memahami bagaimana teknologi mengubah cara
belajar, berpikir, dan berinteraksi,” jelasnya.
Beliau menekankan empat domain utama literasi digital guru:
- Keterampilan
teknis, seperti penggunaan LMS, aplikasi kolaboratif, dan perangkat
presentasi.
- Literasi
informasi, yaitu kemampuan mencari, menilai, dan menyaring informasi
digital.
- Komunikasi
digital, termasuk etika dan keamanan digital.
- Desain
pembelajaran digital, yang mengintegrasikan media dan teknologi secara
pedagogis.
Hambatan dalam Penguatan Literasi Digital Guru
Mahasiswa kemudian melakukan analisis kritis terhadap
berbagai hambatan penguatan literasi digital di lapangan, antara lain:
- Kesenjangan
akses perangkat dan internet.
- Kurangnya
pelatihan profesional yang berkelanjutan.
- Beban
administrasi yang masih tinggi bagi guru.
- Rendahnya
budaya eksplorasi teknologi di sekolah.
- Ketidaksiapan
sekolah menyediakan ekosistem digital yang terintegrasi.
Hasil diskusi menunjukkan bahwa literasi digital guru tidak
dapat ditingkatkan hanya melalui pelatihan sesaat, tetapi memerlukan
transformasi ekosistem pendidikan yang mendukung.
Strategi Penguatan Literasi Digital
Dalam sesi diskusi, mahasiswa mengajukan beberapa strategi
yang dinilai efektif untuk memperkuat literasi digital guru:
- Mengembangkan
pelatihan berbasis peer mentoring.
- Menyediakan
dukungan teknis melalui pusat layanan teknologi di sekolah.
- Mendorong
kebijakan sekolah yang memfasilitasi pembelajaran digital berkelanjutan.
- Mengintegrasikan
digital pedagogy dalam PPG dan diklat guru.
- Memperluas
pemanfaatan platform Open Educational Resources (OER).
Prof. Mustaji menegaskan:
“Pelatihan literasi digital harus berorientasi pada
praktik, bukan hanya teori. Guru perlu diberi ruang untuk mencoba,
bereksperimen, dan berkolaborasi.”
Refleksi Mahasiswa: Guru Sebagai Agen Transformasi
Digital
Mahasiswa S3 menyampaikan bahwa guru memainkan peran
strategis sebagai agen perubahan dalam sekolah. Tanpa literasi digital,
transformasi pendidikan hanya akan menjadi slogan.
Seorang mahasiswa berpendapat:
“Guru membutuhkan kompetensi digital yang memungkinkan
mereka menjadi fasilitator, bukan sekadar penyampai materi. Inilah esensi
pendidikan masa depan.”
Refleksi ini memperkuat gagasan bahwa penguatan literasi
digital bukan hanya kebutuhan struktural, tetapi merupakan investasi jangka
panjang bagi mutu pendidikan nasional.
Penutup
Perkuliahan ditutup dengan penguatan bahwa literasi digital
guru adalah fondasi yang harus dibangun untuk mencapai pembelajaran berkualitas
dan berkeadilan. Dengan penguatan literasi digital, guru dapat memanfaatkan
teknologi secara bermakna, menciptakan pembelajaran menarik, dan membantu siswa
mengembangkan kompetensi abad 21.
Program Doktor Teknologi Pendidikan UNESA berkomitmen terus
mengkaji dan mendorong strategi inovatif untuk mendukung guru menjadi pendidik
profesional di era digital, sejalan dengan tujuan SDG 4.