Pengembangan Model Among Rasa sebagai Terobosan Pedagogi Digital untuk Pembelajaran Seni Peran
Pengembangan Model
Among Rasa sebagai Terobosan Pedagogi Digital untuk Pembelajaran Seni Peran
Oleh: Redaksi EduTech
Perkembangan
teknologi pendidikan selama ini sering diidentikkan dengan digitalisasi,
platform daring, dan integrasi perangkat pintar. Namun, penelitian terbaru
tentang model pembelajaran Among Rasa menunjukkan bahwa inovasi pendidikan
tidak selalu harus berbasis teknologi digital—tetapi bisa berakar pada
pendekatan pedagogis yang memperkuat pengalaman emosional, penghayatan, dan
inner acting siswa. Justru di era digital, pembelajaran yang berpusat pada
pengalaman batin dan olah rasa semakin penting sebagai penyeimbang dari
pembelajaran yang cenderung kognitif dan visual.
Penelitian
yang dilakukan oleh Welly Suryandoko mahasiswa S3 teknologi Pendidikan FIP
Unesa yang mengembangkan model Among Rasa pada mata kuliah drama elektronik
menunjukkan bahwa pembelajaran seni peran membutuhkan sesuatu yang lebih dari
sekadar penyampaian materi. Ia memerlukan immersive learning, yaitu pengalaman
belajar yang melibatkan tubuh, emosi, nalar, dan rasa. Di sinilah teknologi
pendidikan menemukan wajah barunya: bukan hanya sebagai media, tetapi sebagai
ekosistem yang mendukung pengalaman belajar yang holistik.
Model
Among Rasa, yang dikembangkan melalui tahapan sistematis ADDIE, menghasilkan
seperangkat bahan belajar yang valid—mulai dari buku model, RPS, video
pembelajaran, hingga lembar penilaian. Instrumen penilaian yang menunjukkan
kelayakan di atas 80–90% menunjukkan bahwa desain pembelajaran yang baik mampu
melampaui batasan media dan teknologi. Hasil uji statistik juga menegaskan
bahwa penerapan model Among Rasa memberikan pengaruh signifikan terhadap
penghayatan dan inner acting, dua kompetensi inti dalam keaktoranan yang selama
ini sulit diajarkan hanya melalui pendekatan konvensional.
Opini
ini menegaskan bahwa teknologi pendidikan tidak hanya berarti perangkat
digital, tetapi juga metodologi, strategi, dan model pembelajaran yang mampu
menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna. Ketika teknologi pendidikan
didefinisikan sebagai sistem yang memadukan teori belajar, praktik
pembelajaran, dan alat bantu untuk meningkatkan kualitas belajar, maka model
pedagogis seperti Among Rasa adalah bentuk nyata inovasi teknologi pendidikan.
Di
tengah derasnya arus AI, multimedia, dan realitas virtual, penelitian ini
mengingatkan kita bahwa inti dari pendidikan seni tetap berada pada pengolahan
rasa, pengalaman manusiawi, dan keotentikan ekspresi. Teknologi pendidikan
seharusnya bergerak ke arah yang tidak hanya mendigitalisasi pembelajaran,
tetapi juga memperkuat kualitas interaksi, penghayatan, dan pengalaman belajar.
Model Among Rasa merupakan bukti bahwa inovasi pedagogis dapat berjalan seiring
dengan perkembangan teknologi untuk menciptakan pembelajaran seni peran yang
lebih hidup, lebih mendalam, dan lebih relevan dengan kebutuhan zaman.