Pengaruh Big Data dalam Evolusi Kurikulum Digital dan Desain Pembelajaran
Pengaruh Big Data dalam Evolusi Kurikulum Digital dan
Desain Pembelajaran
Big data telah mengubah cara dunia pendidikan memahami kurikulum dan desain
pembelajaran. Jika sebelumnya kurikulum dirancang berdasarkan asumsi umum dan
hasil riset yang terbatas, kini data dalam jumlah masif memungkinkan kurikulum
dikembangkan berdasarkan pola belajar nyata ribuan bahkan jutaan peserta didik.
Hal ini membuka perspektif baru dalam pengembangan teori kurikulum berbasis
bukti, bukan asumsi.
Data tentang efektivitas materi, waktu belajar, tingkat keterlibatan,
retensi, dan korelasi antara jenis tugas dengan capaian memahami konsep
memberikan wawasan baru bagi ilmuwan teknologi pendidikan. Kurikulum tidak lagi
dianggap sebagai dokumen statis yang berlaku dalam jangka panjang, tetapi
sebagai sistem dinamis yang dapat berubah mengikuti kebutuhan dan respons
peserta didik.
Dengan big data, desain pembelajaran tidak hanya fokus pada penyajian
materi, tetapi bagaimana materi dioptimalkan berdasarkan respons individu.
Model teori baru dapat muncul, seperti kurikulum evolusioner, yang berubah
berdasarkan analisis performa peserta didik. Kurikulum semacam
ini menantang konsep kurikulum nasional yang bersifat general dan seragam.
Namun, meskipun big data
memberikan peluang besar, penggunaannya harus tetap mempertimbangkan aspek
kesetaraan. Jika hanya sekolah tertentu yang dapat memanfaatkan big data karena
infrastruktur terbatas, maka kesenjangan digital akan semakin besar. Oleh karena
itu, teori kurikulum digital berbasis big data perlu menyertakan aspek
aksesibilitas dan keadilan pendidikan.
Peran ilmuwan pendidikan
tidak hanya membangun kerangka teori, tetapi memastikan bahwa kurikulum digital
mampu menjaga prinsip pedagogi: relevan, terukur, fleksibel, namun tetap
berorientasi pada pembentukan manusia kompeten dan berkarakter. Big data dapat
memimpin evolusi kurikulum, tetapi teori harus memimpin big data agar tetap
berpihak pada manusia.