Pembelajaran Berbasis Teknologi yang Humanis Pasca Bencana
Pembelajaran
Berbasis Teknologi yang Humanis Pasca Bencana
Pasca bencana, kebutuhan akan pendekatan
pembelajaran yang humanis menjadi semakin nyata. Teknologi pendidikan sering
disalahpahami sebagai pendekatan yang dingin dan mekanistik. Padahal, dari
perspektif ilmuwan teknologi pendidikan, teknologi justru dapat menjadi sarana
untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam pembelajaran.
Pembelajaran fleksibel memungkinkan siswa belajar
sesuai kondisi fisik dan emosional mereka. Teknologi membantu menyediakan
berbagai jalur belajar yang tidak memaksa keseragaman. Video, audio, dan modul
interaktif dapat diakses sesuai kesiapan peserta didik.
Humanisasi teknologi pendidikan juga tercermin dalam
asesmen yang lebih empatik. Penilaian formatif, refleksi diri, dan umpan balik
kualitatif menjadi alternatif yang lebih relevan dibandingkan tes standar pasca
bencana. Fleksibilitas asesmen membantu siswa merasa dihargai, bukan dihakimi.
Bagi pengambil kebijakan, penting untuk memastikan
bahwa transformasi digital pasca bencana tidak mengabaikan dimensi kemanusiaan.
Kebijakan harus mendukung penggunaan teknologi yang berorientasi pada
kesejahteraan peserta didik.
Dengan demikian, pembelajaran berbasis teknologi
pasca bencana harus dirancang secara humanis. Fleksibilitas menjadi jembatan
antara inovasi teknologi dan nilai-nilai pedagogis yang berpusat pada manusia.