Learning Continuity Plan: Strategi Pendidikan Daring Saat Bencana Alam
Learning Continuity Plan: Strategi Pendidikan
Daring Saat Bencana Alam
Learning Continuity Plan (LCP) adalah strategi penting untuk memastikan
bahwa proses pendidikan tetap berjalan meskipun terjadi bencana. Wilayah
seperti Aceh dan Sumatra yang sering menghadapi gempa, banjir, dan longsor
membutuhkan strategi yang sistematis agar sekolah tidak kehilangan arah ketika
infrastruktur rusak.
LCP mencakup beberapa komponen utama. Pertama, kesiapan platform
alternatif. Sekolah perlu memiliki lebih dari satu media pembelajaran agar
tidak bergantung pada satu aplikasi. Jika LMS tidak bisa diakses, WhatsApp,
SMS, atau modul cetak dapat menjadi pengganti.
Kedua, penyiapan modul darurat. Guru harus memiliki template materi ringkas
yang siap diberikan kapan saja. Modul darurat biasanya berfokus pada kompetensi
inti dan dapat diakses offline. File ringan menjadi prioritas utama.
Ketiga, sistem komunikasi darurat antara guru, siswa, dan orang tua. Grup
WA, saluran radio sekolah, atau hotline informasi dapat membantu memastikan
semua pihak tetap terhubung meskipun infrastruktur terbatas.
Keempat, penyesuaian kebijakan penilaian. LCP harus mengatur bahwa selama
bencana, penilaian bersifat formatif, fleksibel, dan tidak menekan siswa. Fokus
utamanya adalah menjaga keterlibatan belajar.
Kelima, dukungan psikososial. Guru perlu dilatih memberikan respons
empatik, sementara sekolah harus menyediakan jalur konseling ringan.
Learning Continuity Plan bukan hanya dokumen, tetapi sebuah kesiapan mental
dan teknis. Dengan LCP yang kuat, pendidikan tetap hidup meski di tengah
bencana.