“Kolaborasi Manusia-Mesin: Peran Ilmuwan TP dalam Menciptakan Pembelajaran Adaptif”
“Kolaborasi Manusia-Mesin: Peran Ilmuwan TP
dalam Menciptakan Pembelajaran Adaptif”
Salah satu ciri utama
Society 5.0 adalah harmonisasi antara kecerdasan manusia dan kecerdasan mesin.
Dalam dunia pendidikan, perpaduan ini terlihat dalam hadirnya sistem
pembelajaran adaptif yang mampu menyesuaikan konten, tingkat kesulitan, dan
pendekatan belajar sesuai kebutuhan peserta didik. Ilmuwan Teknologi Pendidikan
berperan penting dalam merancang dan mengembangkan sistem tersebut agar tidak
hanya cerdas secara teknis, tetapi juga sensitif terhadap aspek pedagogis dan
psikologis.
Mereka merancang
algoritma pembelajaran adaptif yang didasarkan pada pemahaman mendalam tentang
cara manusia belajar. Ilmuwan TP bekerja sama dengan ahli psikologi pendidikan,
data scientist, dan pengembang perangkat lunak untuk menciptakan sistem yang mampu
membaca pola belajar peserta didik secara real-time. Jika peserta didik
mengalami kesulitan, sistem akan memberikan materi pengayaan atau pendampingan
tambahan. Jika peserta didik sudah menguasai materi, sistem akan menyajikan
tantangan baru agar mereka terus berkembang. Pendekatan ini mendorong
pembelajaran yang efektif, efisien, dan sesuai dengan ritme masing-masing
individu.
Namun, ilmuwan TP juga
memastikan bahwa interaksi manusia tetap menjadi inti pembelajaran. Mesin tidak bisa menggantikan empati, motivasi, dan
bimbingan moral yang diberikan pendidik. Karena itu, ilmuwan TP merancang
teknologi yang menguatkan peran pendidik, bukan menghilangkannya. Mereka
menciptakan dashboard guru yang menampilkan data perkembangan peserta didik,
sehingga guru dapat memberikan intervensi tepat waktu. Inilah bentuk kolaborasi
manusia-mesin yang ideal: teknologi bekerja sebagai alat analisis, sementara
manusia tetap menjadi pengarah utama pembelajaran.
Dengan perannya tersebut, ilmuwan TP membantu menciptakan lingkungan
belajar yang lebih adaptif, cerdas, dan efektif, sekaligus memastikan
pembelajaran tetap berpusat pada manusia.