Kolaborasi Ilmuwan Teknologi Pendidikan dengan AI sebagai Co-Researcher
Kolaborasi Ilmuwan Teknologi Pendidikan dengan AI sebagai
Co-Researcher
AI tidak lagi hanya dilihat sebagai alat bantu, tetapi sebagai rekan
peneliti (co-researcher). Dalam penelitian pendidikan, AI dapat menganalisis
pola, membuat prediksi tren, dan bahkan menghasilkan hipotesis berdasarkan
data. Fenomena ini mendorong perubahan cara berpikir ilmuwan teknologi
pendidikan tentang metodologi penelitian dan epistemologi ilmu.
Secara akademik, muncul konsep AI-Assisted Research Paradigm, yaitu
penelitian pendidikan yang menggabungkan refleksi manusia dengan analisis
algoritmik. Peran peneliti bukan sekadar mengolah data, tetapi
menginterpretasikan makna dan implikasi etisnya.
Secara semi-formal, AI membantu mempercepat riset, mengurangi bias manusia,
dan menemukan pola tersembunyi. Namun AI tidak dapat menggantikan intuisi,
konteks budaya, dan pertimbangan moral yang hanya dapat dilakukan manusia.
Secara populer, kolaborasi ini terasa seperti bekerja dengan asisten
supercerdas. Namun tetap, manusia adalah pengambil keputusan terakhir.