Kecerdasan Emosional dalam Pembelajaran Digital: Perspektif Teknologi Pendidikan
Kecerdasan Emosional dalam Pembelajaran Digital:
Perspektif Teknologi Pendidikan
Paragraf 1 – Pentingnya kecerdasan emosional
Abad 21 menuntut peserta didik tidak hanya kompeten secara kognitif, tetapi
juga memiliki kecerdasan emosional (emotional intelligence – EQ). S3
Teknologi Pendidikan menekankan integrasi pengembangan EQ dalam pembelajaran
digital untuk membentuk individu yang adaptif, kolaboratif, dan resilien.
Paragraf 2 – Riset pengembangan EQ digital
Mahasiswa S3 meneliti model pembelajaran digital yang mendukung penguatan EQ,
misalnya melalui simulasi situasi sosial, permainan edukatif interaktif, dan
platform kolaboratif. Pendekatan ini mengembangkan kemampuan peserta didik
mengelola emosi, membangun empati, dan meningkatkan keterampilan komunikasi.
Paragraf 3 – Integrasi pedagogi dan teknologi
Keilmuan ini mengintegrasikan prinsip pedagogi sosial-emosional dengan
teknologi digital. Pembelajaran dirancang agar peserta didik berinteraksi,
bekerja sama, dan menyelesaikan masalah secara kolaboratif, sehingga EQ
berkembang seiring keterampilan akademik dan digital.
Paragraf 4 – Dampak sosial dan pendidikan inklusif
Penerapan pembelajaran digital berbasis EQ mendorong inklusivitas dan
keterlibatan aktif peserta didik dari berbagai latar belakang. Mahasiswa S3
mengembangkan strategi yang memastikan setiap peserta didik dapat belajar dalam
lingkungan digital yang suportif, aman, dan mendukung pertumbuhan
sosial-emosional.
Paragraf 5 – Penutup dan visi ke depan
S3 Teknologi Pendidikan membentuk model pembelajaran digital yang tidak hanya
mengembangkan kecerdasan kognitif, tetapi juga EQ. Melalui riset dan inovasi,
prodi ini mempersiapkan generasi abad 21 yang adaptif, kreatif, dan mampu
menghadapi tantangan sosial dan teknologi dengan bijak.