Keamanan Siber dalam Pembelajaran Digital: Urgensi, Risiko, dan Upaya Mitigasi
Keamanan
Siber dalam Pembelajaran Digital: Urgensi, Risiko, dan Upaya Mitigasi
Digitalisasi pembelajaran
tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga risiko keamanan siber (cybersecurity).
Penggunaan platform pembelajaran daring, penyimpanan data digital, dan
interaksi online membuat institusi pendidikan rentan terhadap serangan siber,
pencurian data, dan penyalahgunaan informasi pribadi. Oleh karena itu,
keamanan siber menjadi aspek penting dalam teknologi pendidikan.
Risiko keamanan siber dalam pendidikan meliputi kebocoran data siswa,
peretasan akun LMS, penyebaran malware melalui file tugas, hingga phishing
yang menarget guru atau siswa. Insiden ini tidak hanya mengancam privasi,
tetapi dapat mengganggu proses belajar dan merusak reputasi institusi
pendidikan.
Teknologi pendidikan berperan penting dalam menyediakan fitur keamanan
seperti enkripsi data, autentikasi dua faktor, kontrol akses, serta penyimpanan
aman berbasis cloud. Platform pembelajaran modern harus dilengkapi dengan
sistem keamanan yang memenuhi standar internasional agar data pengguna
terlindungi.
Selain itu, penguatan literasi keamanan digital sangat diperlukan. Siswa
dan guru harus memahami praktik keamanan dasar seperti penggunaan kata sandi
kuat, mengenali tautan mencurigakan, hingga etika penggunaan perangkat.
Pendidikan mengenai keamanan digital harus menjadi bagian dari kurikulum
literasi digital.
Institusi pendidikan juga perlu menerapkan kebijakan keamanan yang jelas.
Misalnya, penggunaan perangkat pribadi harus mengikuti protokol tertentu, dan
seluruh data akademik harus disimpan pada platform resmi. Audit keamanan secara
berkala penting untuk mengidentifikasi celah dan memperkuat perlindungan.
Keamanan siber bukan sekadar isu teknis, tetapi bagian dari perlindungan
hak digital peserta didik. Dengan menjaga keamanan data, institusi pendidikan
membangun ekosistem pembelajaran digital yang aman, terpercaya, dan
berkelanjutan.