IoT sebagai Fondasi Pengembangan Teori Pembelajaran Berbasis Lingkungan Digital
IoT sebagai Fondasi Pengembangan Teori Pembelajaran
Berbasis Lingkungan Digital
Internet of Things (IoT)
menciptakan lingkungan belajar yang dapat merespons tindakan dan kebutuhan
peserta didik. Ini membuka diskusi teoretis: apakah lingkungan digital dapat
menjadi agen pedagogis? Jika pembelajaran terjadi dalam ruang yang “hidup” secara
digital, maka teori pembelajaran harus mempertimbangkan interaksi
manusia-perangkat-lingkungan secara sistemik.
Secara akademik, IoT
memunculkan pendekatan Ecological Techno-Learning Theory, yang melihat belajar
sebagai proses adaptif melalui interaksi dengan lingkungan cerdas. Belajar
bukan hanya internalisasi pengetahuan, tetapi juga proses memahami, mengatur, dan
menyikapi stimulus dari objek digital.
Dalam penjelasan
semi-formal, IoT membuat belajar menjadi lebih kontekstual. Siswa tidak hanya
membaca teori fotosintesis, tetapi mengamati langsung data sensor cahaya, suhu,
dan kelembapan yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Ini menjadikan pembelajaran bermakna dan autentik.
Secara populer, pengalaman ini mirip film futuristik, di mana benda sekitar
seolah berbicara dan mengajar. Namun teknologi harus tetap diarahkan agar
memperkuat kemampuan berpikir, bukan membuat manusia pasif mengonsumsi data.