Inovasi Teknologi Pendidikan Dorong Pembelajaran Mendalam di Era Digital
Inovasi Teknologi
Pendidikan Dorong Pembelajaran Mendalam di Era Digital
Surabaya, 2
Januari 2026 — Inovasi teknologi pendidikan menjadi kunci dalam
mewujudkan pembelajaran mendalam (deep learning) yang relevan dengan
tantangan abad ke-21. Hal tersebut mengemuka dalam program Beranda Asta Cita
bertajuk “Inovasi Teknologi Pendidikan untuk Mewujudkan Pembelajaran
Mendalam” yang diselenggarakan pada Jumat (2/1).
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Program
Studi Doktoral Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri
Surabaya, yakni Bapak. Ari Eka Prasetiyanto, M.Kom dan Bapak Nur
Anas, S.Ag., M.Pd. Kedua Nara Sumber itu juga sebagai Pengawas Sekolah
Provinsi Jawa Timur.
Dalam paparannya, Ari Eka Prasetiyanto menegaskan
bahwa pembelajaran mendalam menjadi kebutuhan mendesak dalam dunia pendidikan
saat ini. Menurutnya, pembelajaran tidak cukup hanya berfokus pada capaian
kognitif, tetapi harus mampu membangun pemahaman konseptual, berpikir kritis,
kolaboratif, serta kemampuan memecahkan masalah nyata.
“Pembelajaran mendalam mendorong peserta didik untuk
belajar secara bermakna, bukan sekadar menghafal, tetapi mampu mengaitkan
pengetahuan dengan konteks kehidupan,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa teknologi pendidikan
memiliki peran strategis dalam mendukung pembelajaran mendalam. Berbagai
platform digital seperti Learning Management System (LMS), media interaktif,
kecerdasan buatan, hingga analitik pembelajaran dapat dimanfaatkan untuk
menciptakan pembelajaran yang personal, adaptif, dan kolaboratif.
Sementara itu, Nur Anas menekankan bahwa kehadiran
teknologi dalam pembelajaran harus diposisikan sebagai alat pedagogis, bukan
sekadar perangkat teknis. Teknologi digunakan untuk memfasilitasi diskusi
bermakna, proyek kolaboratif, asesmen autentik, serta refleksi pembelajaran
peserta didik.
Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai
strategi untuk mendukung implementasi pembelajaran mendalam, antara lain
melalui penguatan kompetensi guru, pelatihan berkelanjutan, komunitas belajar,
serta kebijakan Kurikulum Merdeka yang memberi ruang inovasi dan fleksibilitas
pembelajaran.
Dalam praktiknya, pembelajaran mendalam dapat
diterapkan melalui pembelajaran berbasis proyek, studi kasus kontekstual,
pembelajaran lintas disiplin, serta pemanfaatan teknologi digital untuk
refleksi dan umpan balik berkelanjutan.
Namun demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi,
seperti keterbatasan infrastruktur, kesiapan guru, beban administrasi, dan
kesenjangan akses teknologi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi semua pihak
untuk memastikan implementasi pembelajaran mendalam berjalan optimal.
Para narasumber juga menekankan pentingnya kolaborasi
antara satuan pendidikan, orang tua, serta Dunia Usaha dan Dunia Industri
(DUDI) agar pembelajaran semakin relevan dengan kebutuhan dunia nyata dan dunia
kerja.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta kesadaran
bersama bahwa pembelajaran mendalam merupakan fondasi penting dalam membangun
sumber daya manusia unggul dan berdaya saing di era transformasi digital
[mustaji]