“Ilmuwan Teknologi Pendidikan sebagai Katalis Revolusi Digital Berbasis Empati”
“Ilmuwan Teknologi Pendidikan sebagai Katalis Revolusi
Digital Berbasis Empati”
Di era Society 5.0, perubahan digital tidak hanya didorong oleh kecanggihan
teknologi, tetapi juga oleh kebutuhan manusia untuk hidup lebih bermakna.
Ilmuwan Teknologi Pendidikan (TP) memiliki peran penting sebagai katalis yang
memastikan bahwa revolusi digital berjalan seiring dengan nilai-nilai
kemanusiaan, terutama empati. Mereka mengembangkan inovasi bukan sekadar untuk
menambah fitur atau kecerdasan sistem, tetapi untuk meningkatkan kualitas
interaksi manusia dalam proses belajar.
Ilmuwan TP memahami bahwa teknologi harus membantu manusia, bukan
menciptakan jarak. Karena itu, mereka merancang media yang mendorong hubungan
emosional antara peserta didik, pendidik, dan konten pembelajaran. Misalnya,
penggunaan emotional analytics memungkinkan pendidik mengetahui kondisi
emosional peserta didik secara real-time. Jika peserta didik tampak stres atau
kebingungan, sistem akan memberikan intervensi berupa jeda, penjelasan
tambahan, atau rekomendasi aktivitas relaksasi. Inilah wujud teknologi yang
berempati—sebuah konsep yang hanya dapat diwujudkan melalui pemikiran ilmuwan
TP yang memahami psikologi belajar manusia.
Selain itu, ilmuwan TP memperjuangkan pendekatan desain instruksional
berbasis empati, yang menempatkan pengalaman belajar sebagai pusat utama.
Mereka melakukan analisis mendalam terhadap kebutuhan peserta didik melalui
observasi, wawancara, dan data digital untuk memastikan bahwa pembelajaran
tidak hanya efektif secara akademis, tetapi juga nyaman secara emosional.
Pendekatan ini sangat penting di era modern, ketika tekanan informasi yang
melimpah dapat dengan mudah menimbulkan stres belajar.
Melalui berbagai inovasi tersebut, ilmuwan TP berperan sebagai katalis
revolusi digital yang memprioritaskan nilai kemanusiaan. Mereka memastikan
bahwa kemajuan teknologi tidak meninggalkan empati sebagai fondasi dasar
interaksi manusia. Inilah kontribusi besar mereka dalam mengembangkan ilmu
pengetahuan di era masyarakat super-cerdas.