Guru sebagai Desainer Pembelajaran Fleksibel Pasca Bencana
Guru sebagai Desainer Pembelajaran
Fleksibel Pasca Bencana
Dalam
situasi pasca bencana, peran guru mengalami pergeseran signifikan. Guru tidak
lagi sekadar pelaksana kurikulum, tetapi menjadi desainer pembelajaran
fleksibel. Ilmuwan teknologi pendidikan menempatkan guru sebagai aktor utama
dalam merancang pengalaman belajar yang adaptif dan bermakna.
Desain
pembelajaran pasca bencana harus mempertimbangkan kondisi emosional dan sosial
peserta didik. Teknologi pendidikan menawarkan pendekatan human-centered
design, di mana empati menjadi titik awal perancangan pembelajaran.
Fleksibilitas metode dan media menjadi sarana untuk membangun kembali motivasi
belajar siswa.
Guru perlu didukung dengan pemahaman desain
instruksional sederhana namun efektif. Pemanfaatan platform digital, modul
mandiri, dan pembelajaran berbasis proyek dapat menjadi solusi fleksibel.
Teknologi berfungsi sebagai alat bantu pedagogis, bukan tujuan akhir.
Bagi praktisi dan pembuat kebijakan, penguatan peran
guru sebagai desainer memerlukan investasi pada pelatihan dan pendampingan.
Tanpa dukungan sistemik, tuntutan fleksibilitas justru dapat menjadi beban
tambahan bagi guru.
Dengan demikian, keberhasilan pembelajaran pasca bencana sangat bergantung pada kemampuan guru merancang pembelajaran fleksibel. Perspektif teknologi pendidikan memberikan kerangka konseptual dan praktis untuk mendukung peran strategis ini