Dari Kelas ke Dunia Nyata: Bagaimana Seamless Learning Menyatukan Kehidupan dan Pendidikan
Dari Kelas ke Dunia Nyata: Bagaimana Seamless Learning
Menyatukan Kehidupan dan Pendidikan
Oleh: Bryan Decaprin
Mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya
Selama ini, pendidikan sering kali dipandang sebagai dunia
yang terpisah dari kehidupan nyata. Namun, konsep Seamless Learning
mengubah cara pandang tersebut dengan meniadakan batas antara belajar dan
hidup.
Dalam pandangan Prof. Dr. Mustaji, M.Pd, Seamless
Learning mengajarkan mahasiswa untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi
juga menerapkan dan merefleksikannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika belajar menjadi bagian dari hidup, maka hasilnya
tidak berhenti di ruang kuliah,” ujarnya.
Bagi saya, Seamless Learning adalah bentuk nyata dari
pendidikan kontekstual — di mana pengetahuan tidak hanya dipelajari, tetapi
dihidupi. Misalnya, ketika mahasiswa belajar teori komunikasi pendidikan,
mereka langsung mempraktikkannya dalam proyek kolaboratif lintas kampus atau komunitas
digital.
Keterpaduan ini menciptakan siklus belajar yang terus
berkembang. Mahasiswa belajar dari pengalaman, merefleksi, lalu mengaplikasikan
kembali dalam konteks yang baru.
Seperti kata Dr. Syaiputra Wahyuda Meisa Diningrat, “Seamless Learning
adalah jembatan antara dunia akademik dan realitas sosial.”
Pendekatan ini membuat pembelajaran lebih bermakna, karena
mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menyesuaikan diri
dengan tantangan dunia nyata.