AI sebagai Solusi Kesenjangan Belajar di Sekolah
AI sebagai Solusi
Kesenjangan Belajar di Sekolah
Salah satu tantangan
utama pendidikan Indonesia adalah kesenjangan belajar antara siswa di berbagai
wilayah dan kondisi sosial ekonomi. AI menawarkan solusi untuk mengurangi
kesenjangan ini melalui pembelajaran adaptif yang dapat menyesuaikan tempo dan
gaya belajar setiap siswa. Dengan sistem berbasis data, siswa di daerah dengan
akses terbatas pun dapat memperoleh pengalaman belajar yang setara dengan
mereka yang berada di kota besar.
AI juga berpotensi
membantu guru dalam mengidentifikasi kesulitan spesifik yang dihadapi siswa.
Melalui analisis data hasil belajar, sistem dapat menunjukkan area yang perlu
diperbaiki secara rinci. Dengan demikian, guru dapat memberikan intervensi yang
lebih tepat sasaran. Hal ini menjadikan AI bukan hanya alat teknologi,
melainkan strategi pedagogis berbasis bukti.
Namun, teknologi ini
hanya akan efektif jika diiringi dengan kebijakan pendidikan yang berpihak pada
pemerataan akses. Sekolah di daerah 3T masih menghadapi kendala infrastruktur
dasar seperti listrik, jaringan internet, dan perangkat digital. Tanpa penyelesaian
masalah fundamental tersebut, AI hanya akan memperlebar jurang kesenjangan
antara sekolah maju dan tertinggal.
Selain itu, guru perlu
dibekali dengan pelatihan yang berkelanjutan agar mampu memahami hasil analisis
AI dan menggunakannya dalam perencanaan pembelajaran. Literasi teknologi
menjadi kompetensi esensial di era digital. Tanpa kemampuan interpretasi data yang
memadai, guru tidak akan mampu menerjemahkan hasil rekomendasi sistem ke dalam
praktik pedagogis nyata.
AI memang menjanjikan pemerataan kualitas pendidikan, tetapi tanpa ekosistem yang mendukung, ia hanya menjadi simbol modernisasi semu. Oleh karena itu, keberhasilan AI dalam menutup kesenjangan belajar memerlukan sinergi antara inovasi teknologi, kebijakan pendidikan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.