Teori Pedagogi Digital dan Tantangan Teknologi Berbasis Big Data
Teori Pedagogi Digital dan Tantangan Teknologi Berbasis
Big Data
Pedagogi digital menjadi salah satu konsep penting dalam era pendidikan
modern. Namun, kehadiran big data mengubah model pedagogi digital dari sekadar
penggunaan perangkat digital menjadi pendekatan yang memanfaatkan data untuk
meningkatkan kualitas pengalaman belajar. Tantangan besar muncul ketika big
data mulai menjadi dasar dalam pengambilan keputusan pedagogis, baik dalam
desain pembelajaran, penentuan tingkat kesulitan materi, hingga evaluasi
capaian peserta didik.
Secara akademis, teori pedagogi digital berbasis big data memasuki fase
baru yang disebut data-driven pedagogical refinement. Model ini memungkinkan
pembelajaran dievaluasi dan diperbaiki secara siklus berdasarkan data aktual,
bukan asumsi. Big data memberi peluang untuk mengidentifikasi pola interaksi
siswa, kepadatan materi, dan efektivitas strategi pembelajaran.
Dalam penjelasan semi-formal, big data membantu guru memahami siswa lebih
baik. Sistem dapat memberi informasi seperti: siswa belajar lebih efektif pada
jam tertentu atau materi tertentu memerlukan penjelasan tambahan. Hal ini
mendukung pedagogi berbasis kebutuhan, bukan keseragaman.
Dalam gaya populer, pedagogi digital berbasis big data dapat dianalogikan
seperti peta Google Maps: ia memberikan rute tercepat, namun manusia tetap
memutuskan apakah ingin mengikuti atau memilih jalur berbeda. Begitu pula dalam
pendidikan, teknologi dapat membantu, tetapi keputusan pedagogis tetap milik
manusia.
Namun tantangan terbesar adalah bagaimana memastikan data tidak
menggantikan intuisi pendidikan, empati, dan konteks sosial. Tanpa refleksi
teoretis, pendidikan dapat berubah menjadi mekanisme industrial tanpa ruh
kemanusiaan.