Tantangan Literasi Digital dalam Pembelajaran Mendalam
Tantangan Literasi
Digital dalam Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran mendalam
membutuhkan tingkat literasi digital yang tinggi. Siswa harus mampu menilai
informasi yang valid, mengidentifikasi sumber kredibel, serta menghindari
disinformasi. Tantangan ini semakin berat di era internet terbuka yang penuh
konten tanpa kurasi. Literasi digital bukan lagi keterampilan tambahan, tetapi
inti dari proses belajar itu sendiri.
Dalam pendekatan deep learning, siswa diajak
untuk berpikir kritis dan reflektif. Teknologi menyediakan banyak alat, tetapi
kemampuan memilih, memilah, dan mengevaluasi informasi adalah hal yang lebih
penting. Tanpa literasi digital, teknologi justru mengarah pada pembelajaran
dangkal.
Guru berperan besar dalam mengembangkan literasi
digital dengan menciptakan aktivitas yang menantang siswa untuk menggunakan
teknologi sebagai alat berpikir, bukan hanya alat konsumsi. Proses evaluasi
sumber juga dapat dijadikan bagian penting dalam penilaian.
Sementara itu, sekolah harus menyediakan kebijakan dan
infrastruktur yang mendukung penggunaan teknologi secara aman. Pendampingan,
ruang diskusi, dan program literasi digital adalah langkah penting untuk
menciptakan budaya belajar yang sehat.
Pada akhirnya, kesiapan literasi digital akan
menentukan seberapa dalam pembelajaran dapat berlangsung. Tanpa hal ini,
teknologi hanya menjadi alat pasif yang tidak memberikan kontribusi nyata pada
pembelajaran bermakna.