PLATFORM PEMBELAJARAN DIGITAL HARUS BISA DIAKSES, BUKAN HANYA CANGGIH
Platform
Pembelajaran Digital Harus Bisa Diakses, Bukan Hanya Canggih
Sekarang
banyak sekolah dan kampus menggunakan platform pembelajaran digital. Ada yang
buatan sendiri, ada juga yang memakai aplikasi populer seperti Google
Classroom, Moodle, atau sistem berbasis AI. Semua terlihat modern dan keren.
Tapi ada hal penting yang sering terlupakan: secanggih apa pun platform itu,
tidak akan berguna kalau tidak bisa diakses oleh semua orang.
Masalah
terbesar dari pembelajaran digital di Indonesia adalah kesenjangan akses. Masih
banyak siswa dan guru yang kesulitan menggunakan platform karena sinyal lemah,
perangkat terbatas, atau bahkan tidak punya kuota internet. Akibatnya, platform
yang dirancang untuk mempermudah belajar malah jadi penghalang bagi sebagian
orang. Mereka tertinggal bukan karena tidak mau belajar, tapi karena sistemnya
tidak berpihak pada kondisi nyata di lapangan.
Selain
soal akses internet, banyak platform juga tidak ramah pengguna. Ada sistem yang
tampilannya rumit, fitur terlalu banyak, atau butuh perangkat mahal untuk bisa
berjalan lancar. Padahal, pengguna utama di dunia pendidikan tidak selalu melek
teknologi. Kalau guru atau siswa saja bingung menggunakannya, berarti ada yang
salah dalam desainnya. Teknologi seharusnya menyesuaikan dengan kebutuhan
manusia, bukan sebaliknya.
Platform
yang baik bukan hanya soal tampilan modern atau fitur canggih, tapi tentang
seberapa mudah dan ringan sistem itu digunakan oleh semua kalangan. Misalnya,
bisa berjalan dengan baik di ponsel murah, bisa diakses dengan sinyal rendah,
dan punya tampilan sederhana yang tidak bikin bingung. Dengan begitu, teknologi
benar-benar jadi alat bantu, bukan beban baru dalam proses belajar.
Kesimpulannya,
platform pembelajaran digital harus mengutamakan aksesibilitas sebelum
kecanggihan. Tujuan utama pendidikan adalah membuat semua orang bisa belajar,
bukan hanya mereka yang punya fasilitas lengkap. Teknologi baru bisa disebut
maju jika membuat kesetaraan semakin dekat, bukan semakin jauh. Jadi, bukan
seberapa canggih sistemnya, tapi seberapa banyak orang yang bisa menggunakannya
dengan mudah.