Peran Big Data dalam Membentuk Teori Evaluasi Formatif dan Sumatif Modern
Peran Big Data dalam Membentuk Teori Evaluasi Formatif
dan Sumatif Modern
Big data telah mengubah konsep evaluasi formatif dan sumatif secara
mendasar. Jika evaluasi dahulu bersifat snapshot, kini evaluasi dapat
mencerminkan progres dinamis siswa. Dalam konteks teoritis, big data
memperkenalkan konsep continuous performance mapping, yaitu evaluasi yang
terus-menerus berlangsung melalui rekaman aktivitas belajar digital. Dengan
demikian, teori evaluasi tidak lagi hanya mengukur hasil tetapi juga proses.
Dalam gaya semi-formal, sistem analitik memungkinkan guru melihat pola
performa siswa secara detail. Evaluasi formatif tidak lagi berupa kuis, tetapi
melalui jejak digital seperti kecepatan penyelesaian tugas, jumlah interaksi
dengan materi, hingga strategi pemecahan masalah. Sementara evaluasi sumatif
dapat diperkaya dengan prediksi performa berbasis longitudinal data, bukan
hanya hasil akhir ujian.
Namun, secara populer, hal ini seperti aplikasi kesehatan yang memberi
laporan perkembangan aktivitas harian. Evaluasi menjadi lebih jujur tetapi juga
lebih transparan—dan kadang menakutkan. Tantangannya adalah menjaga evaluasi
tetap manusiawi, tidak menjadikan siswa sekadar angka.
Big data memberi peluang reformasi evaluasi, tetapi teori baru harus
memastikan evaluasi tetap adil, holistik, dan tidak menghilangkan konteks
kemanusiaan.