Pemanfaatan Virtual Reality dan Augmented Reality sebagai Inovasi Riset Teknologi Pendidikan
Pemanfaatan Virtual Reality dan Augmented Reality sebagai Inovasi Riset
Teknologi Pendidikan
Perkembangan teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR)
menghadirkan peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menciptakan
pengalaman belajar yang imersif dan kontekstual. Teknologi ini memungkinkan
peserta didik berinteraksi dengan objek dan lingkungan virtual yang sulit
dihadirkan dalam pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, VR dan AR menjadi
topik penelitian teknologi pendidikan yang sangat potensial untuk dikembangkan
dalam proposal hibah DPPM 2026.
Dalam konteks penelitian, VR dan AR dapat digunakan untuk meningkatkan
pemahaman konseptual, keterampilan praktik, serta motivasi belajar peserta
didik. Penelitian dapat difokuskan pada pengembangan media pembelajaran
berbasis VR/AR, desain pengalaman belajar imersif, serta analisis dampaknya
terhadap hasil belajar. Pendekatan ini relevan terutama untuk bidang studi
sains, teknik, kesehatan, dan kejuruan.
Proposal hibah DPPM yang mengangkat VR/AR perlu menekankan aspek pedagogis,
bukan sekadar kecanggihan teknologi. Peneliti dituntut untuk merancang skenario
pembelajaran yang bermakna dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Selain itu, penelitian juga dapat mengkaji kesiapan guru, infrastruktur, serta
tantangan implementasi VR/AR di lingkungan pendidikan Indonesia.
Dari sisi metodologi, penelitian VR/AR memungkinkan penggunaan pendekatan
R&D atau design-based research yang menghasilkan luaran nyata berupa produk
pembelajaran inovatif. Dengan demikian, pemanfaatan VR dan AR menjadi tema
riset yang visioner, aplikatif, dan berdaya saing tinggi dalam proposal hibah
DPPM 2026.