Pemanfaatan Platform Pembelajaran Berbasis AI untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan
Pemanfaatan Platform Pembelajaran Berbasis AI untuk
Meningkatkan Mutu Pendidikan
Surabaya, 17 November 2025 —
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa transformasi
besar di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Sejalan dengan agenda Sustainable
Development Goal (SDG) 4 tentang peningkatan mutu pendidikan yang inklusif
dan berkelanjutan, Program Doktor Teknologi Pendidikan UNESA mengkaji topik “Pemanfaatan
Platform Pembelajaran Berbasis AI untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan.”
Topik ini menjadi salah satu kajian penting dalam perkuliahan yang dipandu oleh
Prof. Dr. Mustaji, M.Pd.
AI sebagai Pengubah Lanskap Pembelajaran Modern
Dalam pembahasannya, Prof. Mustaji menegaskan bahwa AI bukan
lagi sekadar wacana futuristik, tetapi telah menjadi bagian dari ekosistem
pendidikan masa kini.
“AI menghadirkan peluang luar biasa untuk menciptakan
pembelajaran adaptif, personal, dan lebih efektif. Teknologi ini memungkinkan
pembelajaran dirancang sesuai kebutuhan individu,” jelas beliau.
AI berperan dalam berbagai aspek pembelajaran, di antaranya:
- Pembelajaran
adaptif, di mana sistem menyesuaikan kesulitan materi sesuai kemampuan
siswa.
- Analisis
data belajar (learning analytics) untuk memantau perkembangan
siswa secara real time.
- Chatbot
edukasi yang mendampingi siswa sepanjang waktu.
- Rekomendasi
materi belajar otomatis yang relevan dengan kebutuhan pengguna.
- Otomatisasi
penilaian untuk mendukung guru dalam mengelola beban administratif.
Dengan keunggulan tersebut, AI berpotensi besar meningkatkan
efektivitas proses belajar mengajar.
Potensi AI untuk Mutu Pendidikan
Mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan menilai bahwa AI membuka
berbagai peluang baru dalam dunia pendidikan, di antaranya:
- Meningkatkan
personalisasi pembelajaran sesuai gaya dan kecepatan belajar siswa.
- Membantu
guru mendiagnosis kesulitan belajar siswa secara cepat dan akurat.
- Memperluas
akses pendidikan melalui tutor virtual berbasis AI.
- Mengurangi
kesenjangan kualitas pengajaran di sekolah-sekolah terpencil.
- Meningkatkan
efisiensi pengelolaan kelas melalui automasi administrasi.
Menurut Prof. Mustaji, teknologi ini sangat relevan dalam
konteks pendidikan Indonesia yang beragam.
“AI membantu menghadirkan kualitas pengajaran yang lebih
merata. Sekolah dengan keterbatasan tenaga pendidik pun bisa mendapatkan
dukungan teknologi untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.
Tantangan Implementasi AI dalam Pendidikan
Meski potensinya besar, implementasi AI tidak lepas dari
tantangan. Mahasiswa mengidentifikasi sejumlah hambatan yang perlu
diantisipasi, seperti:
- Minimnya
pemahaman guru tentang pemanfaatan AI dalam pembelajaran.
- Kekhawatiran
terhadap etika dan privasi data siswa.
- Akses
perangkat dan infrastruktur teknologi yang belum merata.
- Ketergantungan
berlebihan pada teknologi yang dapat mengurangi peran manusia.
- Kurangnya
regulasi khusus untuk implementasi AI di institusi pendidikan.
Prof. Mustaji menekankan perlunya kebijakan yang matang:
“Integrasi AI harus dibangun dengan prinsip
kehati-hatian. Human-centered AI harus menjadi pegangannya, agar teknologi
tetap mendukung peran manusia, bukan menggantikannya.”
Strategi Penguatan Implementasi AI
Mahasiswa dan dosen kemudian merumuskan beberapa strategi
yang dapat diterapkan:
- Pelatihan
intensif bagi guru dan tenaga kependidikan terkait AI dan data
literasi.
- Pengembangan
platform pembelajaran adaptif lokal yang sesuai dengan konteks
Indonesia.
- Kolaborasi
antara universitas, sekolah, dan industri teknologi.
- Penguatan
kebijakan etika dan perlindungan data dalam pendidikan digital.
- Pemanfaatan
AI untuk memperkaya pembelajaran berbasis proyek dan riset.
Dengan strategi tersebut, pemanfaatan AI dapat diarahkan
untuk mendukung pembelajaran bermakna dan berkelanjutan.
Refleksi Mahasiswa: AI sebagai Mitra, Bukan Pengganti
Guru
Mahasiswa S3 memahami bahwa keberadaan AI bukan untuk
menggusur peran guru. Justru, AI memperkuat kapasitas guru dalam menjalankan
tugasnya. Seorang mahasiswa menyampaikan:
“AI adalah mitra strategis guru. Ia membantu, bukan
menggantikan. Peran manusia tetap pusat dari pendidikan.”
Refleksi ini menggambarkan pemahaman kritis yang sejalan
dengan prinsip human-centered education.
Penutup
Kajian akademik ini menegaskan bahwa AI merupakan salah satu
inovasi paling strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dengan pemanfaatan
yang tepat, AI berpotensi mendorong pemerataan, meningkatkan efektivitas
pembelajaran, dan mempercepat terwujudnya pendidikan berkualitas sesuai SDG 4.
Program Doktor Teknologi Pendidikan UNESA terus mendorong penelitian dan
praktik inovatif dalam pengembangan teknologi pendidikan yang beretika,
adaptif, dan relevan.