Pemanfaatan Layanan Pembelajaran Mobile untuk Pemerataan Akses Pendidikan
Pemanfaatan Layanan Pembelajaran Mobile untuk Pemerataan
Akses Pendidikan
Surabaya, 17 November 2025 —
Dalam upaya memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat,
teknologi mobile menjadi salah satu terobosan strategis yang relevan dengan
kebutuhan pendidikan modern. Sejalan dengan Sustainable Development Goal
(SDG) 4 tentang pendidikan berkualitas dan inklusif, Program Doktor
Teknologi Pendidikan UNESA mengkaji topik “Pemanfaatan Layanan Pembelajaran
Mobile untuk Pemerataan Akses Pendidikan.” Topik ini dibahas mendalam dalam
perkuliahan bersama Prof. Dr. Mustaji, M.Pd., yang menekankan potensi
besar teknologi mobile dalam mengatasi keterbatasan geografis, sosial, dan
ekonomi.
Pembelajaran Mobile sebagai Solusi Tantangan Akses
Pendidikan
Dalam pemaparannya, Prof. Mustaji menekankan bahwa
pembelajaran mobile telah menjadi salah satu inovasi pendidikan paling
transformatif dalam dekade terakhir.
“Teknologi mobile memberikan kebebasan belajar yang
sesungguhnya—fleksibel, mudah diakses, dan mampu menjangkau daerah yang tidak
tersentuh layanan pendidikan konvensional,” jelas beliau.
Pembelajaran mobile memungkinkan masyarakat di wilayah
terpencil, pekerja dengan jam kerja tidak tetap, hingga mahasiswa
non-tradisional untuk tetap dapat belajar kapan saja dan di mana saja.
Beberapa bentuk layanan mobile learning yang kini berkembang
pesat antara lain:
- Aplikasi
edukasi berbasis Android dan iOS
- Modul
digital ringan dalam format video atau podcast
- Chatbot
pembelajaran berbasis AI
- Mobile
LMS dengan fitur offline
- Layanan
konsultasi akademik berbasis pesan instan
Dengan karakteristik tersebut, mobile learning tidak hanya
menjadi alat bantu, tetapi solusi pemerataan pendidikan.
Tantangan Implementasi Pembelajaran Mobile
Dalam diskusi kelas, mahasiswa S3 UNESA menyebutkan sejumlah
tantangan yang masih perlu ditangani, di antaranya:
- Ketimpangan
kualitas perangkat dan jaringan internet
- Literasi
digital yang masih rendah pada beberapa kelompok masyarakat
- Desain
konten belajar yang belum ramah perangkat mobile
- Minimnya
dukungan kebijakan yang mendorong mobile learning secara sistemik
- Kekhawatiran
terkait privasi dan keamanan data pengguna
Prof. Mustaji menegaskan bahwa kendala tersebut memerlukan
kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan pengembang teknologi
pendidikan.
“Mobile learning adalah peluang besar, tetapi harus
dibangun dengan strategi dan kebijakan yang kuat agar benar-benar mampu
meningkatkan pemerataan akses,” tegasnya.
Strategi Penguatan Pemerataan Akses melalui Mobile
Learning
Mahasiswa dan dosen kemudian merumuskan beberapa strategi
implementatif:
- Mengembangkan
konten pembelajaran ringan yang tetap berkualitas dan mudah diakses
dengan jaringan terbatas.
- Menyediakan
moda offline dalam aplikasi untuk daerah dengan akses internet minim.
- Meningkatkan
literasi digital masyarakat melalui pelatihan berbasis komunitas.
- Mendorong
kebijakan pemerintah untuk mendukung subsidi data dan akses perangkat.
- Memanfaatkan
AI untuk personalisasi pembelajaran berbasis mobile.
Selain itu, kolaborasi dengan industri teknologi dianggap
penting untuk memastikan pembelajaran mobile berkembang secara berkelanjutan
dan inovatif.
Refleksi Mahasiswa: Mobile Learning untuk Masyarakat yang
Lebih Setara
Dalam sesi refleksi, mahasiswa menyampaikan bahwa
pembelajaran mobile adalah langkah konkret menuju keadilan pendidikan. Salah
satu mahasiswa menuturkan:
“Mobile learning memberikan kesempatan bagi mereka yang
sebelumnya tidak bisa mengakses pendidikan formal. Ini membuka pintu bagi masa
depan yang lebih setara.”
Refleksi ini menunjukkan bahwa pembelajaran mobile bukan
hanya tentang teknologi, tetapi tentang pemberdayaan masyarakat melalui
pengetahuan.
Penutup
Kajian ini menegaskan bahwa pemanfaatan layanan pembelajaran
mobile adalah strategi efektif untuk mendukung pemerataan akses pendidikan.
Dengan inovasi teknologi dan dukungan kebijakan yang berpihak, mobile learning
dapat menjadi jembatan antara pendidikan berkualitas dan masyarakat yang sulit
dijangkau.
Program Doktor Teknologi Pendidikan UNESA berkomitmen
mendorong penelitian dan inovasi yang relevan untuk mengembangkan layanan
pembelajaran mobile yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan—sejalan dengan
komitmen terhadap SDG 4.