Paradigma Teknologi Pendidikan dan Implikasinya dalam Pembelajaran Abad 21
Paradigma
Teknologi Pendidikan dan Implikasinya dalam Pembelajaran Abad 21
Surabaya,
14 November 2025 —
Pembelajaran abad 21 menuntut kemampuan berpikir kritis, kreativitas,
kolaborasi, serta pemanfaatan teknologi yang cerdas dan terarah. Untuk itu,
memahami paradigma Teknologi Pendidikan (TP) menjadi krusial—tidak hanya bagi
pendidik, tetapi terutama bagi calon doktor yang kelak menjadi pengembang
sistem pembelajaran. Hal inilah yang menjadi fokus perkuliahan S3 Teknologi
Pendidikan UNESA pada sesi bertema “Paradigma Teknologi Pendidikan dan
Implikasinya dalam Pembelajaran Abad 21.”
Dipandu
oleh Prof. Dr. Mustaji, M.Pd. dan Dr. Citra Fitri Kholidya, S.Pd.,
M.Pd., perkuliahan ini mengajak mahasiswa memperluas pandangan mengenai
bagaimana paradigma TP mempengaruhi desain, implementasi, dan evaluasi
pembelajaran modern.
Paradigma
TP sebagai Peta Arah Pendidikan Modern
Prof.
Mustaji membuka perkuliahan dengan menjelaskan bahwa paradigma Teknologi
Pendidikan tidak hanya berbicara tentang tools atau perangkat, tetapi model
berpikir yang mencakup:
- cara manusia belajar,
- bagaimana pesan disampaikan,
- bagaimana lingkungan belajar
dibangun, dan
- bagaimana
teknologi memberi nilai tambah pada pembelajaran.
“Tanpa paradigma yang jelas, teknologi mudah digunakan
secara berlebihan atau salah sasaran. Paradigma Teknologi Pendidikan memberi
arah agar kita tidak tersesat dalam kompleksitas pendidikan abad 21,”
jelasnya.
Beliau juga menekankan bahwa paradigma TP menuntun
pendidik untuk memahami hubungan antara media, proses belajar, teori
instruksional, dan tujuan pembelajaran.
Implikasi
Paradigma TP dalam Pembelajaran Abad 21
Dr. Citra
memperdalam diskusi dengan menunjukkan bagaimana paradigma TP membentuk
karakteristik pembelajaran abad 21 yang kreatif, adaptif, dan berbasis
pemecahan masalah.
“Pembelajaran
abad 21 membutuhkan pengalaman belajar yang fleksibel, personal, dan terhubung.
Semua itu berakar pada pemahaman dasar tentang bagaimana teknologi digunakan
untuk memfasilitasi belajar,”
ungkapnya.
Beberapa
implikasi yang dibahas mencakup:
- Perubahan peran guru menjadi
fasilitator dan desainer pengalaman belajar.
- Transisi
dari pembelajaran berpusat pada konten ke pembelajaran berbasis
kompetensi.
- Integrasi sistem pembelajaran
digital yang memungkinkan pembelajaran mandiri dan kolaboratif.
- Pemanfaatan AI, big data, dan
analitik belajar untuk mendukung personalisasi pembelajaran.
Mahasiswa
diajak untuk menganalisis bagaimana paradigma TP relevan dalam menghadapi
tantangan seperti literasi digital, kesenjangan teknologi, dan kebutuhan akan
inovasi berkelanjutan.
Diskusi
Mahasiswa: Paradigma Apa yang Paling Relevan?
Sesi
diskusi berlangsung aktif ketika mahasiswa diminta merefleksikan paradigma mana
yang paling berpengaruh dalam konteks kerja mereka. Sebagian besar sepakat
bahwa meski teknologi digital berkembang pesat, prinsip dasar dari paradigma
awal—komunikasi, visualisasi pesan, dan struktur pembelajaran—tetap relevan.
Seorang
mahasiswa menyampaikan refleksi menarik:
“Teknologi
terus berubah, tapi prinsip pembelajaran tidak. Yang berubah adalah caranya
kita menerapkan paradigma, bukan paradigma itu sendiri.”
Diskusi
ini memperlihatkan bahwa paradigma TP memiliki kemampuan adaptif yang tinggi
dan dapat terus relevan meski dunia pendidikan bergerak cepat.
Penutup:
Paradigma sebagai Pilar Pengembangan Pembelajaran Masa Depan
Menutup
perkuliahan, Prof. Mustaji kembali menegaskan bahwa paradigma Teknologi
Pendidikan adalah fondasi bagi pembelajaran abad 21.
“Jika
kita ingin merancang pembelajaran masa depan, maka kita harus memahami
paradigma yang membangunnya. Paradigma adalah peta jalan yang memastikan kita
melangkah dengan arah yang benar,”
tutupnya.
Perkuliahan
ini mengingatkan mahasiswa S3 bahwa tantangan era digital tidak cukup dijawab
dengan teknologi canggih semata, tetapi dengan paradigma keilmuan yang kuat dan
pemahaman mendalam tentang bagaimana manusia belajar. Dengan demikian,
Teknologi Pendidikan tetap menjadi disiplin strategis dalam membentuk pendidikan
yang relevan, bermutu, dan berkelanjutan di abad 21.