Multilingual Education
Multilingual Education
Pendidikan multibahasa (multilingual
education) memiliki peran penting dalam mendukung keadilan dan keberagaman
linguistik dalam sistem pendidikan. SDG 4 menegaskan bahwa penggunaan bahasa
ibu dan pengajaran multibahasa di sekolah dapat meningkatkan pemahaman siswa
serta memperkuat identitas budaya. Pendekatan ini juga membantu mengurangi
angka putus sekolah, terutama di daerah dengan populasi multietnis.
Pendidikan multibahasa
memungkinkan siswa belajar dengan lebih efektif karena mereka memulai dari
bahasa yang paling mereka pahami. Setelah itu, mereka dapat beralih ke bahasa
nasional atau internasional secara bertahap. Model ini mendukung pemerataan kualitas
pendidikan dan mengurangi hambatan linguistik yang sering dihadapi oleh siswa
dari kelompok minoritas.
Meski demikian, penerapan
pendidikan multibahasa menghadapi tantangan besar. Kurangnya guru yang
menguasai bahasa lokal, minimnya bahan ajar dalam bahasa ibu, serta kebijakan
nasional yang cenderung monolingual menjadi penghalang utama. Akibatnya, banyak
siswa tidak dapat belajar secara optimal di tahun-tahun awal pendidikan.
Untuk mengatasi hal ini,
pemerintah perlu mengembangkan kurikulum yang fleksibel dan mendukung
pengajaran multibahasa secara sistematis. Pelatihan guru dalam metode
pembelajaran bilingual serta penerbitan buku ajar dalam bahasa daerah harus
diperluas. Dukungan masyarakat juga penting agar penggunaan bahasa ibu dalam
pendidikan tidak dipandang inferior.
Pendidikan multibahasa
bukan hanya strategi pedagogis, tetapi juga wujud penghargaan terhadap
identitas budaya. Dengan menerapkannya, sistem pendidikan dapat menjadi lebih
inklusif, menghormati keberagaman, dan memperkuat tujuan SDG 4 dalam
menciptakan pembelajaran yang adil untuk semua.