Mengurai Esensi Seamless Learning: Integrasi Pengalaman Belajar Formal dan Informal
Mengurai Esensi Seamless Learning: Integrasi Pengalaman Belajar Formal dan Informal
Oleh: Ari Eka Prasetyanto
Mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya
Pendidikan modern tidak lagi bisa dibatasi oleh dinding
ruang kelas. Dalam era digital ini, Seamless Learning muncul sebagai
jembatan antara pengalaman belajar formal dan informal.
Sebagai mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan, saya memandang Seamless
Learning sebagai sistem pembelajaran yang mengakui keberagaman konteks dan
pengalaman belajar setiap individu. Belajar di kelas hanyalah satu bagian dari
proses panjang memahami dunia. Diskusi daring, kolaborasi proyek, hingga
pengalaman lapangan — semuanya menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Menurut Prof. Dr. Mustaji, M.Pd, keberhasilan Seamless
Learning bergantung pada kemampuan pendidik mendesain pengalaman belajar
yang saling terhubung.
“Ketika mahasiswa mampu melihat hubungan antara teori dan
praktik, maka proses belajar menjadi utuh,” tegasnya.
Sementara itu, Dr. Syaiputra Wahyuda Meisa Diningrat
menambahkan bahwa teknologi memainkan peran penting sebagai penghubung antar
konteks. Melalui platform digital, mahasiswa dapat melanjutkan proses belajar
bahkan di luar jam kuliah.
Saya melihat bahwa Seamless Learning bukan hanya
strategi pembelajaran, tetapi sebuah budaya belajar baru. Ia menumbuhkan
kesadaran bahwa setiap momen dalam kehidupan dapat menjadi sumber belajar —
dari percakapan, pengalaman, hingga refleksi pribadi.