Keterkaitan Paradigma Teknologi Pendidikan dan Revolusi Industri 4.0
Keterkaitan Paradigma Teknologi Pendidikan dan Revolusi
Industri 4.0
Surabaya, 14 November 2025 —
Revolusi Industri 4.0 membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Teknologi
seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), big data,
hingga otomatisasi mengubah cara manusia belajar, mengakses informasi, dan
berkolaborasi. Namun, dalam perkuliahan S3 Teknologi Pendidikan UNESA,
mahasiswa diajak untuk melihat perubahan tersebut melalui kacamata fundamental:
Paradigma Teknologi Pendidikan. Topik “Keterkaitan Paradigma
Teknologi Pendidikan dan Revolusi Industri 4.0” menjadi fokus diskusi yang
dipandu oleh Prof. Dr. Mustaji, M.Pd. dan Dr. Citra Fitri Kholidya,
S.Pd., M.Pd.
Paradigma Teknologi Pendidikan sebagai Landasan Pemikiran
Era 4.0
Prof. Mustaji membuka perkuliahan dengan menegaskan bahwa
sekalipun teknologi era 4.0 tampak sangat modern dan kompleks, akar
pemikirannya tetap bersumber dari paradigma Teknologi Pendidikan yang telah
berkembang sejak abad ke-20.
“Revolusi Industri 4.0 hanya memperbesar skala penggunaan
teknologi. Tetapi cara berpikir tentang bagaimana teknologi memfasilitasi
pembelajaran tetap berakar pada paradigma Teknologi Pendidikan,”
jelasnya.
Beliau menekankan bahwa konsep seperti desain
instruksional, pemrosesan pesan, efektivitas media, serta komunikasi
pembelajaran tetap menjadi inti dari pengembangan teknologi modern.
Contohnya, AI yang kini mampu mempersonalisasi
pembelajaran adalah bentuk lanjutan dari analisis kebutuhan dan desain sistem
yang berawal dari paradigma awal Teknologi Pendidikan.
Dr. Citra: Paradigma TP Menjadi Dasar Pemaknaan Teknologi
4.0
Dr. Citra Fitri Kholidya memberikan perspektif yang lebih
aplikatif dalam memahami relevansi paradigma TP di era Revolusi Industri 4.0.
“Paradigma Teknologi Pendidikan membantu kita melihat
teknologi bukan sebagai tujuan, melainkan alat untuk mencapai pembelajaran
bermakna,” ungkapnya.
Beliau menegaskan bahwa penggunaan teknologi digital
harus berlandaskan analisis kebutuhan belajar, karakteristik peserta didik, dan
tujuan instruksional—tiga elemen yang sangat dipengaruhi oleh paradigma dasar
TP.
Dr. Citra menunjukkan bagaimana paradigma TP relevan bagi
berbagai teknologi modern:
- AI pembelajaran: membutuhkan struktur pesan
dan tujuan yang jelas.
- Virtual Reality: tetap memerlukan desain
pengalaman belajar berbasis prinsip komunikasi pendidikan.
- Big Data dan Learning
Analytics:
hanya bermakna jika dipadukan dengan kerangka teori belajar dan desain
instruksional.
- IoT dalam pendidikan: tetap membutuhkan model
sistem pembelajaran yang terintegrasi.
Dengan
kata lain, Revolusi Industri 4.0 tidak menghapus paradigma TP, tetapi
memperluas implementasinya dalam ruang digital yang lebih luas.
Diskusi
Mahasiswa: Tetap Relevan atau Harus Berubah?
Mahasiswa
diminta menganalisis apakah paradigma TP tetap relevan dalam konteks
otomatisasi dan digitalisasi pendidikan.
Beberapa temuan reflektif mahasiswa antara lain:
- Paradigma awal TP tetap
memberikan pedoman mengenai struktur pesan dan komunikasi visual.
- Paradigma sistem memberikan
kerangka kerja dalam merancang platform digital seperti LMS dan aplikasi
mobile learning.
- Paradigma
ekologi pembelajaran semakin relevan karena lingkungan digital kini
terhubung secara global.
- Revolusi Industri 4.0
membutuhkan pendidik yang tidak hanya digital literate, tetapi technologically
literate dengan pemahaman filosofi TP.
Seorang
mahasiswa menyampaikan pendapatnya:
“Teknologi
4.0 hanya memperbarui alatnya. Paradigmanya tetap sama: bagaimana membuat
pembelajaran efektif, efisien, dan bermakna.”
Penutup: Paradigma Teknologi Pendidikan sebagai Kompas
Era 4.0
Menutup perkuliahan, Prof. Mustaji memberikan penegasan
kuat bahwa paradigma TP harus tetap menjadi pegangan utama bagi para calon
doktor Teknologi Pendidikan.
“Jika Anda memahami Paradigma Teknologi Pendidikan, Anda
tidak akan mudah terjebak oleh teknologi baru. Anda akan tahu bagaimana
menggunakan teknologi sebagai bagian dari sistem pembelajaran yang terencana
dan bermakna,” tuturnya.
Sesi ini memperjelas bahwa Revolusi Industri 4.0 bukanlah
ancaman bagi Teknologi Pendidikan, melainkan ruang besar bagi penerapan
paradigma TP secara lebih luas dan mendalam. Dengan pemahaman ini, mahasiswa S3
UNESA diharapkan mampu menjadi pemimpin inovasi pendidikan yang berbasis
keilmuan, bukan tren semata.