Guru sebagai Desainer Pembelajaran Digital
Guru sebagai Desainer
Pembelajaran Digital
Peran guru di era
teknologi telah berubah dari sekadar penyampai informasi menjadi desainer
pengalaman belajar digital. Guru kini harus mampu merancang pembelajaran yang
tidak hanya informatif, tetapi juga interaktif dan berbasis teknologi. Platform
seperti Google Classroom, Canva for Education, dan Learning Management System
(LMS) menuntut guru untuk memahami desain instruksional agar pembelajaran
menjadi lebih bermakna.
Kemampuan mendesain
pembelajaran digital berarti guru memahami prinsip multimedia learning, memilih
media yang relevan, serta menyusun alur pembelajaran yang logis dan adaptif.
Hal ini memerlukan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan peserta didik dan karakteristik
teknologi yang digunakan.
Guru yang berperan
sebagai desainer pembelajaran digital juga harus mempertimbangkan aspek afektif
siswa. Teknologi tidak boleh menghilangkan kehangatan interaksi, karena koneksi
emosional tetap menjadi inti proses belajar. Dengan kata lain, desain pembelajaran
digital yang baik bukan hanya soal tampilan, tetapi juga pengalaman.
Oleh karena itu,
pelatihan guru harus menekankan aspek desain, bukan hanya penggunaan alat. Guru
harus diajak memahami filosofi pembelajaran berbasis teknologi, agar mampu
berinovasi dan menyesuaikan strategi mengajar dengan kebutuhan zaman.
Pada akhirnya, guru yang
mampu mendesain pembelajaran digital akan menjadi sosok kunci dalam mewujudkan
pendidikan yang relevan dan humanis di abad ke-21.