Gender Equality in Education
Gender Equality in
Education
Kesetaraan gender dalam
pendidikan merupakan aspek fundamental dari SDG 4 yang berupaya memastikan
perempuan dan laki-laki memperoleh hak belajar yang sama. Meskipun kemajuan
signifikan telah dicapai dalam beberapa dekade terakhir, masih terdapat kesenjangan
gender, terutama di daerah pedesaan dan negara berkembang. Ketimpangan ini
tidak hanya menghambat akses terhadap pendidikan, tetapi juga berdampak pada
kualitas hidup dan partisipasi sosial perempuan.
Pendidikan berperan
strategis dalam memberdayakan perempuan melalui peningkatan literasi,
keterampilan kerja, dan kesadaran terhadap hak-hak sosialnya. Ketika perempuan
memperoleh pendidikan yang layak, mereka cenderung memiliki pengaruh positif
terhadap kesehatan keluarga, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan masyarakat.
Oleh karena itu, memastikan kesetaraan gender bukan hanya masalah keadilan,
tetapi juga strategi pembangunan berkelanjutan.
Hambatan terhadap
kesetaraan gender dalam pendidikan dapat bersumber dari faktor sosial, budaya,
maupun ekonomi. Norma patriarkal, perkawinan anak, dan beban kerja domestik
sering kali membatasi kesempatan perempuan untuk bersekolah. Selain itu,
kurangnya fasilitas sanitasi dan keamanan di sekolah juga menjadi faktor yang
menghambat partisipasi anak perempuan.
Pemerintah dan lembaga
pendidikan perlu menciptakan kebijakan afirmatif untuk memperluas partisipasi
perempuan dalam semua jenjang pendidikan. Program beasiswa, kampanye kesadaran
gender, dan pelatihan guru tentang pendidikan sensitif gender harus diperkuat.
Dengan menegakkan
kesetaraan gender di bidang pendidikan, masyarakat tidak hanya menghapus
diskriminasi, tetapi juga membuka jalan bagi kemajuan sosial yang lebih
inklusif. Prinsip “pendidikan untuk semua” akan benar-benar terwujud ketika
setiap individu, tanpa memandang gender, dapat belajar, berkembang, dan
berkontribusi setara dalam pembangunan.