Doktor ke-156 S3 Teknologi Pendidikan UNESA, Ahmad Hatip Kaji Model Case-Based Collaborative Learning dan Number Sense
Surabaya, Selasa (20 Januari
2026) — Program Studi S3 Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya
(UNESA) kembali menorehkan capaian akademik melalui pelaksanaan Sidang Terbuka
Promosi Doktor pada Selasa, 20 Januari 2026. Dalam sidang tersebut, Ahmad
Hatip, S.Pd., M.Pd. berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul:
“Pengaruh Model Case-Based
Collaborative Learning dan Number Sense terhadap Keterampilan
Kolaboratif, Berpikir Kritis, dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa
SMK.”
Dalam ujian tersebut, Ahmad Hatif mempertahankan
disertasinya yang berjudul “Pengaruh Model Case-Based Collaborative Learning
dan Number Sense terhadap Keterampilan Kolaboratif, Berpikir Kritis, dan
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMK.” Disertasi ini berada
pada ranah inovasi pembelajaran matematika yang menekankan penguatan
keterampilan abad ke-21 melalui pendekatan berbasis kasus dan kolaboratif.
Penelitian disertasi bertujuan menganalisis pengaruh
model Case-Based Collaborative Learning (CBCL) dan number sense
terhadap keterampilan kolaboratif, kemampuan berpikir kritis, serta kemampuan
pemecahan masalah matematika siswa SMK. Penelitian menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan desain control group pretest-posttest dan rancangan
faktorial 2 × 2, melibatkan 120 siswa SMK sebagai subjek penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model
CBCL berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketiga kemampuan tersebut.
Selain itu, number sense terbukti menjadi faktor kognitif penting yang
memperkuat capaian belajar siswa. Temuan menarik lainnya menunjukkan adanya
interaksi signifikan antara model CBCL dan number sense, yang mengindikasikan
bahwa efektivitas pembelajaran berbasis kasus semakin optimal pada siswa dengan
tingkat number sense tinggi.
Secara keseluruhan, disertasi ini memberikan
kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan pembelajaran matematika di
SMK, khususnya dalam merancang strategi pembelajaran yang kolaboratif,
kontekstual, dan berorientasi pada penguatan numerasi. Ujian terbuka ini
diharapkan memperkaya khazanah keilmuan di bidang Teknologi Pendidikan serta
mendukung peningkatan mutu pendidikan vokasi di Indonesia.