Digital Divide
Digital Divide
Kesenjangan digital (digital
divide) merupakan salah satu tantangan terbesar dalam mewujudkan pendidikan
berkualitas yang inklusif dan berkeadilan sebagaimana diamanatkan oleh SDG 4.
Istilah ini merujuk pada ketimpangan akses terhadap teknologi informasi dan
komunikasi (TIK), yang menciptakan jurang antara kelompok yang memiliki sarana
digital memadai dan yang tidak. Dalam era pendidikan modern, akses digital
bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan dasar bagi keberlangsungan
pembelajaran.
Dampak kesenjangan
digital sangat luas, terutama terhadap anak-anak di daerah terpencil dan
masyarakat berpenghasilan rendah. Mereka cenderung tertinggal dalam memperoleh
informasi, keterampilan digital, dan pengalaman belajar yang setara dengan
siswa di wilayah perkotaan. Pandemi COVID-19 memperlihatkan realitas ini dengan
jelas, di mana pembelajaran daring hanya dapat diikuti oleh mereka yang
memiliki perangkat dan koneksi internet stabil.
Mengatasi kesenjangan
digital membutuhkan pendekatan multidimensional, mencakup penyediaan
infrastruktur, peningkatan literasi digital, dan kebijakan subsidi akses
internet. Sekolah, pemerintah, dan sektor swasta perlu bekerja sama dalam
menyediakan teknologi yang inklusif dan terjangkau. Program seperti
laboratorium komputer berbasis komunitas dan pelatihan penggunaan teknologi
bagi guru menjadi langkah penting untuk menutup kesenjangan tersebut.
Selain aspek teknis,
kesenjangan digital juga terkait erat dengan dimensi sosial dan budaya. Sikap
masyarakat terhadap teknologi, tingkat pendidikan orang tua, dan norma gender
sering kali memengaruhi tingkat partisipasi dalam pembelajaran digital. Oleh karena
itu, kebijakan pendidikan perlu mempertimbangkan konteks sosial lokal agar
intervensi teknologi tidak bersifat top-down.
Dengan menutup kesenjangan digital, sistem pendidikan dapat bergerak menuju keadilan akses dan kesempatan belajar bagi semua. Menghapus batas antara yang terhubung dan yang terputus berarti memperkuat pondasi SDG 4: memastikan setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki peluang yang sama untuk belajar dan berkembang di era digital.