Community-Based Education
Community-Based Education
Pendidikan berbasis
komunitas (community-based education) menempatkan masyarakat sebagai
pusat pengembangan dan pelaksanaan proses belajar. Konsep ini sejalan dengan
SDG 4 yang menekankan pendidikan inklusif dan kontekstual. Melalui pendidikan
berbasis komunitas, pembelajaran tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga
dalam interaksi sosial, budaya, dan ekonomi di lingkungan sekitar.
Pendekatan ini mengakui
bahwa komunitas memiliki peran penting dalam membentuk nilai, keterampilan, dan
identitas peserta didik. Kegiatan belajar dapat melibatkan tokoh masyarakat,
lembaga adat, atau organisasi lokal untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.
Selain itu, pendidikan berbasis komunitas memperkuat hubungan sosial dan
meningkatkan rasa tanggung jawab kolektif terhadap keberlanjutan pendidikan.
Namun, keberhasilan model
ini bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan sinergi dengan lembaga
formal. Tantangan yang sering muncul meliputi kurangnya koordinasi antara
sekolah dan komunitas, serta minimnya dukungan kebijakan untuk memfasilitasi program
semacam ini. Selain itu, beberapa komunitas mungkin masih memandang pendidikan
sebagai tanggung jawab sekolah semata.
Untuk memperkuat
implementasi pendidikan berbasis komunitas, perlu dibangun mekanisme
kolaboratif antara lembaga pendidikan, pemerintah lokal, dan organisasi
masyarakat. Pengembangan kurikulum kontekstual yang relevan dengan potensi
daerah juga menjadi langkah strategis. Program belajar berbasis aksi sosial
dapat membantu siswa memahami nilai kemanusiaan secara langsung.
Melalui pendidikan
berbasis komunitas, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berakar pada
kehidupan nyata. Konsep ini memperluas makna SDG 4, bahwa pendidikan sejati
bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang pemberdayaan masyarakat
dan pembangunan berkelanjutan.