APAKAH TEKNOLOGI MEMBUAT PENDIDIKAN LEBIH MANUSIAWI?
Apakah
Teknologi Membuat Pendidikan Lebih Manusiawi?
Sekarang,
hampir semua hal dalam dunia pendidikan sudah tersentuh teknologi. Dari belajar
lewat video, tugas lewat Google Classroom, sampai bimbingan daring lewat
Zoom. Banyak yang bilang teknologi membuat pendidikan lebih modern dan efisien.
Tapi pertanyaannya, apakah dengan semua kemudahan itu, pendidikan jadi lebih
manusiawi atau malah kehilangan sentuhan kemanusiaannya?
Di
satu sisi, teknologi memang membantu pendidikan jadi lebih terbuka dan mudah
diakses. Dulu, orang harus datang ke sekolah atau kampus untuk belajar.
Sekarang, siapa pun bisa belajar dari mana saja, bahkan dari desa terpencil
sekalipun, asal ada koneksi internet. Teknologi juga membantu guru dan siswa
berinteraksi lebih fleksibel, berbagi sumber belajar tanpa batas, dan
menyesuaikan gaya belajar dengan kebutuhan masing-masing.
Tapi
di sisi lain, teknologi juga bisa membuat hubungan antara guru dan siswa terasa
lebih dingin. Banyak siswa yang merasa belajar lewat layar terasa kaku dan
membosankan. Tidak ada tatapan langsung, tidak ada ekspresi wajah, dan kadang
guru sulit memahami perasaan siswanya. Akibatnya, nilai kemanusiaan seperti
empati, kedekatan, dan kepedulian mulai berkurang. Pendidikan seolah berubah
jadi sekadar “klik tugas, kirim nilai”.
Selain
itu, tidak semua orang punya kesempatan yang sama untuk menikmati teknologi.
Masih banyak siswa dan guru yang kesulitan karena keterbatasan alat atau sinyal
internet. Ketimpangan ini membuat pendidikan jadi tidak adil. Jadi meskipun
teknologi punya potensi besar, tanpa dukungan dan perhatian terhadap aspek
manusia, hasilnya bisa malah menjauh dari tujuan pendidikan itu sendiri — yaitu
membentuk manusia seutuhnya, bukan sekadar pengguna gadget pintar.
Jadi,
apakah teknologi membuat pendidikan lebih manusiawi? Jawabannya tergantung
bagaimana kita menggunakannya. Kalau teknologi dipakai untuk mendekatkan guru
dan siswa, mempermudah komunikasi, dan memberi kesempatan belajar yang lebih
luas, maka iya, pendidikan bisa jadi lebih manusiawi. Tapi kalau teknologi
hanya membuat belajar terasa mekanis dan individualistis, maka kita justru
kehilangan makna sebenarnya dari pendidikan: membangun manusia, bukan sekadar
mencetak nilai.