Ancaman Keamanan Data dan Privasi Siswa di Era EdTech
Ancaman
Keamanan Data dan Privasi Siswa di Era EdTech
Ketika teknologi masuk
ke ruang kelas, ia membawa serta risiko baru: kebocoran data pribadi. Platform
EdTech modern menyimpan informasi sensitif—nama, lokasi, kebiasaan belajar,
hingga rekam jejak digital siswa. Tanpa sistem keamanan yang kuat, data ini bisa
disalahgunakan oleh pihak ketiga untuk kepentingan komersial atau bahkan
politik.
Ancaman privasi bukan
lagi isu fiksi. Banyak kasus kebocoran data pendidikan di dunia yang
menunjukkan lemahnya sistem keamanan siber di institusi pendidikan. Profiling
berbasis data siswa bahkan bisa menciptakan diskriminasi algoritmik—misalnya,
menilai “kemampuan” siswa hanya dari pola interaksi digitalnya.
Untuk mencegah hal ini,
prinsip Privacy by Design harus menjadi dasar dalam setiap pengembangan
platform pendidikan digital. Artinya, keamanan dan privasi harus dipikirkan
sejak tahap perancangan, bukan setelah sistem berjalan. Pemerintah pun perlu
membentuk kerangka regulasi setara GDPR (General Data Protection Regulation) di
Eropa yang mengatur hak-hak digital siswa.
Selain itu, literasi
keamanan digital harus diajarkan sejak dini. Siswa perlu memahami risiko
berbagi data dan pentingnya menjaga jejak digital. Dunia pendidikan tidak boleh
mengorbankan privasi demi kemudahan teknologi. Sebab, di era digital, data
pribadi adalah bentuk baru dari identitas manusia.