IPTPI Gelar The 2nd International Conference On Educational Technology (ICET)
IPTPI Gelar The 2nd
International Conference On Educational Technology (ICET)
Mengusung tema “Integrating EduTech as a
Catalyst for Change towards
a Smarter and Adaptive Future of Learning
SEMARANG, 8 Agustus 2026
– Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI) secara resmi menggelar
konferensi internasional bertajuk The 2nd International Conference on
Educational Technology (ICET). Acara diselenggarakan secara hybrid
di Hotel Horison Ultima Sentraland, Semarang, serta disiarkan secara daring
melalui Zoom Meeting.
Mengusung tema “Integrating EduTech as a Catalyst for Change towards
a Smarter and Adaptive Future of Learning”, konferensi ini menjadi wadah
strategis bagi akademisi, peneliti, pengambil kebijakan, dan praktisi
pendidikan untuk merumuskan masa depan pembelajaran yang cerdas dan adaptif
berbasis teknologi
Konferensi internasional ke-2 ini menghadirkan empat pembicara kunci (keynote
speakers) ternama dari dalam dan luar negeri:
- Dr. Chris Miller –
President of Association for Educational Communications and Technology
(AECT) 2025–2026.
- Assoc. Prof. Dr. Noor Azean Atan – Pakar Educational Technology dari University of
Technology Malaysia (UTM).
- M. Adning, Ph.D- Ketua
Asosiasi Pengembang Teknologu Pendidikan Indonesia (SP TPI) yang mewakili Ir.
Moch. Abduh, MS.Ed., Ph.D. – Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pendidikan
di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
- Prof. Michael Phillips – Pakar Teknologi Pendidikan dari Monash University,
Australia.
Acara konferensi di buka oleh Ketua IPTPI Prof. Dr. Mustaji, M.Pd yang
menyampaikan bahwa konferensi ini bukan sekadar forum akademik, melainkan ruang
kolaborasi global untuk bertukar gagasan, memperkuat jejaring penelitian, serta
membangun solusi atas berbagai tantangan pendidikan di era transformasi
digital. Tema yang kita usung tahun ini, “Integrating EduTech as a Catalyst for
Change towards a Smarter and Adaptive Future of Learning,” sangat relevan
dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini yang menuntut pembelajaran semakin
cerdas, adaptif, inklusif, dan berpusat pada peserta didik.
Sebagai organisasi profesi, IPTPI memiliki tanggung jawab untuk terus
mendorong pengembangan ilmu Teknologi Pendidikan melalui riset, inovasi,
publikasi ilmiah, penguatan kompetensi profesional, serta kerja sama nasional
dan internasional. Kami percaya bahwa kemajuan pendidikan hanya dapat dicapai
melalui kolaborasi yang erat antara akademisi, pemerintah, industri, sekolah,
dan masyarakat.
Saya berharap konferensi ini mampu menghasilkan rekomendasi strategis,
memperkuat kolaborasi lintas negara, melahirkan publikasi ilmiah berkualitas,
serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang memberikan dampak nyata bagi
peningkatan mutu pendidikan di Indonesia maupun dunia. Demikian kata Prof.
Mustaji yang juga sebagai coordinator Program studi S3 Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya
Selain sesi presentasi makalah secara paralel (parallel session),
konferensi ini juga memfasilitasi kompetisi poster internasional bertema Sustainable
Development Goals (SDGs) serta workshop profesional eksklusif IPTPI.
Karya-karya ilmiah terpilih dari para pemakalah dijadwalkan akan dipublikasikan
pada International Book Chapter ber-ISBN maupun jurnal terindeks Sinta 3
dan Sinta 4.
Penyelenggaraan ICET 2026 di Semarang ini diharapkan mampu memperkuat
jejaring riset global sekaligus menghasilkan solusi nyata bagi pengembangan
kurikulum dan media pembelajaran adaptif di era digital. (cakmus)