Model PBLIS Tingkatkan Keterampilan Komunikasi dan Motivasi Siswa SMK
Model PBLIS Tingkatkan Keterampilan Komunikasi dan
Motivasi Siswa SMK
Surabaya, 21/05/2026 – Inovasi
dalam dunia teknologi pendidikan kembali menunjukkan dampak positif terhadap
proses pembelajaran di sekolah menengah kejuruan (SMK). Sebuah penelitian doktoral yang dilakukan oleh Muhtar pada Program
Doktor Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya berhasil mengembangkan
model pembelajaran berbasis proyek terintegrasi mata pelajaran atau Project
Based Learning Integrated Subjects (PBLIS).
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan
model pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan keterampilan komunikasi,
motivasi belajar, dan hasil belajar siswa. Model PBLIS dirancang dengan
mengadaptasi langkah-langkah pengembangan pembelajaran Dick, Carey and Carey serta
diuji melalui metode quasi experiment dengan desain Non-Equivalent Control
Group Design.
Riset dilakukan di SMK Negeri 6 Palu dan SMK Negeri 3
Palu dengan melibatkan siswa program keahlian Teknik Pengelasan sebagai subjek
penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, serta tes
hasil belajar dan motivasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBLIS
memiliki tingkat validitas yang sangat tinggi. Validitas perangkat pembelajaran
mencapai 94,21 persen, modul ajar 93,75 persen, dan rencana pelaksanaan
pembelajaran 95,45 persen. Selain itu, tingkat kepraktisan model juga dinilai
sangat baik dengan skor 94,53 persen.
Tidak hanya valid dan praktis, model PBLIS juga
terbukti efektif meningkatkan kemampuan komunikasi siswa. Hasil uji statistik
menunjukkan nilai signifikansi 0,001 lebih kecil dari 0,05, yang menandakan
adanya peningkatan signifikan. Peningkatan motivasi belajar siswa juga terbukti
signifikan dengan hasil uji yang sama, yaitu 0,001 < 0,05.
Dalam aspek hasil belajar, model ini turut memberikan
dampak positif dengan nilai signifikansi 0,002 < 0,05. Temuan tersebut
memperlihatkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang terintegrasi
mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, kolaboratif, dan relevan
dengan kebutuhan dunia kerja.
Pengembangan model PBLIS menjadi salah satu bukti
bahwa transformasi teknologi pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan
perangkat digital, tetapi juga inovasi strategi pembelajaran yang berpusat pada
siswa. Model ini dinilai potensial untuk diterapkan lebih luas di sekolah
kejuruan guna meningkatkan kompetensi abad ke-21, terutama komunikasi,
kolaborasi, dan motivasi belajar.